Lompat ke isi utama

Berita

Saka Adhyasta Pemilu, Ruang Tumbuh Pengawas Muda di Magelang

Penetapan DCT

Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang terus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam demokrasi melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P). Kegiatan yang diikuti pelajar ini menjadi wadah strategis dalam menanamkan kesadaran kritis terhadap proses pemilu. Sebanyak 20 siswa dari dua sekolah menengah atas turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga calon penggerak pengawasan di lingkungan masing-masing. Program ini menjadi langkah konkret dalam membangun demokrasi berbasis partisipasi, Jumat (24/04/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib, menegaskan bahwa Saka Adhyasta Pemilu merupakan program pembinaan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan dalam beberapa pertemuan agar materi dapat dipahami secara mendalam. Peserta dibekali pengetahuan teknis serta nilai-nilai karakter yang kuat. Habib juga menekankan pentingnya integritas dalam setiap proses demokrasi. Menurutnya, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kejujuran pemilu.

Kordiv Parmas dan Humas, Aini, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang interaktif dan aplikatif. Peserta mengikuti pre-test sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka. Materi yang disampaikan meliputi analisis pelanggaran hingga strategi edukasi publik. Pendekatan ini bertujuan agar peserta mampu memahami sekaligus mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam pemaparan materi, Muhammad Hafidh menekankan bahwa pengawasan pemilu adalah bagian penting dari demokrasi. Ia menjelaskan berbagai potensi pelanggaran yang dapat terjadi dalam setiap tahapan pemilu. Pengawasan yang kuat menjadi kunci dalam mencegah kecurangan sejak dini. Selain itu, ia juga menguraikan struktur kelembagaan pengawasan yang berjenjang. Hal ini memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta.

Penutup kegiatan menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta. Yuni Karina menyampaikan harapan agar peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya tugas lembaga, tetapi juga masyarakat. Generasi muda diharapkan mampu membawa semangat integritas dalam kehidupan sehari-hari. Bawaslu optimis kegiatan ini akan memberikan dampak jangka panjang. Demokrasi yang sehat dimulai dari kesadaran kolektif masyarakat.

penulis: desiana