Lompat ke isi utama

Berita

Mengupas Dinamika Pengawasan Data Pemilih di Pemilu 2024, Bawaslu Jateng Luncurkan Buku Jalan Panjang

Aini

Sumarni Aini Chabibah anggota Bawaslu Kabupaten Magelang sekaligus salah satu penulis yang sedang membedah Buku Jalan Panjang dalam Acara Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Magelang.


Kota Mungkid  – Perjalanan panjang pengawasan pemutakhiran dan penyusunan data pemilih dalam Pemilu 2024 kini terdokumentasi dalam sebuah buku berjudul "Jalan Panjang: Dinamika Pengawasan Penyusunan Data Pemilih pada Pemilu 2024 di Jawa Tengah". Buku ini merupakan hasil kerja sama 35 Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menjelaskan bahwa buku ini hadir sebagai bentuk refleksi atas proses panjang dalam memastikan akurasi daftar pemilih.
"Pemutakhiran data pemilih adalah salah satu tahapan paling krusial dalam Pemilu 2024. Kami ingin mengabadikan pengalaman, tantangan, dan pembelajaran selama proses ini agar bisa menjadi referensi bagi pemilu berikutnya," ujarnya saat peluncuran buku dalam acara Ngabuburit Pengawasan: Evaluasi dan Refleksi Pengawasan Partisipatif pada Pilkada Tahun 2024 di Magelang 7/3/2025.
Buku ini mengulas perjalanan mulai dari tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) hingga penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dengan berbagai latar belakang dan gaya penulisan dari para penulisnya, buku ini menghadirkan perspektif yang beragam terkait pengawasan penyusunan data pemilih di Jawa Tengah.
Sumarni Aini Chabibah yang juga sebagai salah satu penulis buku tersebut, mengungkapkan bahwa menyatukan berbagai sudut pandang dalam satu buku bukanlah hal mudah.
"Setiap daerah memiliki tantangan tersendiri dalam pengawasan data pemilih. Kami mencoba merajut pengalaman dari berbagai wilayah di Jawa Tengah agar pembaca bisa melihat gambaran utuh tentang proses ini," katanya.
Namun, para penyusun juga mengakui bahwa masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti kelengkapan referensi dan kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
"Kami menyadari bahwa buku ini belum sempurna. Oleh karena itu, kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan untuk perbaikan ke depannya," tambahnya.
Dengan hadirnya buku ini, Bawaslu Jawa Tengah berharap publik semakin memahami pentingnya pengawasan dalam penyusunan data pemilih. Buku ini juga diharapkan dapat menjadi bahan kajian bagi akademisi, pegiat pemilu, dan masyarakat umum dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Penulis : Andi

Editor : Desi

Foto : Teguh