Lompat ke isi utama

Berita

Hadapi Tantangan Anggaran, Bawaslu Kabupaten Magelang Perkuat Kinerja Lewat Pembinaan Nasional

BAWASLU

Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang mengikuti kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Bawaslu/Panwaslih Provinsi serta Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting, Senin (26/01/2026). Kegiatan ini diikuti langsung oleh Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Magelang, Yuni Karina. Pembinaan ini menjadi forum penting untuk menyamakan pemahaman kebijakan kelembagaan antara Bawaslu RI dengan jajaran di daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi kinerja sekretariat di tengah dinamika anggaran dan kelembagaan. Seluruh peserta diminta mengikuti dengan serius agar arahan dapat diimplementasikan secara optimal di daerah.

Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, dalam arahannya menyampaikan bahwa kondisi tahun anggaran saat ini merupakan yang paling minimal dalam 11 tahun terakhir. Situasi tersebut menuntut seluruh jajaran Bawaslu untuk mampu beradaptasi dengan keterbatasan anggaran. Ia menegaskan bahwa pola kerja lama yang didominasi perjalanan dinas tidak lagi memungkinkan untuk diterapkan. Oleh karena itu, perubahan budaya kerja menjadi lebih adaptif dan efisien harus segera dilakukan. Sekretariat tetap diminta menjalankan fungsi kelembagaan meskipun dengan keterbatasan dukungan anggaran.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen juga menekankan pentingnya penguatan jabatan fungsional tertentu (JFT) bagi seluruh pegawai. Ia menyampaikan bahwa tidak ada atau ada pemilu, pegawai Bawaslu tetap bekerja sesuai dengan jabatan yang melekat, baik struktural maupun JFT. Kasek diminta melakukan pemetaan terhadap pegawai yang belum memiliki JFT dan memastikan kesiapan mereka. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan karier ASN di lingkungan Bawaslu. Deputi Administrasi juga mengupayakan percepatan pengangkatan pegawai ke dalam JFT.

Pembinaan juga membahas penguatan tata kelola administrasi dan pengembangan kompetensi pegawai. Bawaslu RI tengah merancang pengembangan aplikasi pelaporan dan evidence secara digital untuk mendukung kinerja sekretariat. Selain itu, pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, termasuk PKP dan PKA, akan terus diakomodir. Kesempatan penugasan di wilayah 3T serta tugas belajar dan izin belajar juga sedang dirancang. Seluruh kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas ASN Bawaslu.

Plt. Kasek Bawaslu Kabupaten Magelang, Yuni Karina, menyampaikan bahwa pembinaan ini memberikan pemahaman yang komprehensif terkait arah kebijakan kelembagaan. Menurutnya, arahan dari pimpinan Bawaslu RI menjadi pedoman penting bagi sekretariat daerah dalam menyesuaikan pola kerja. “Kami di daerah harus siap beradaptasi dengan keterbatasan anggaran tanpa mengurangi kualitas dukungan kelembagaan,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti pemetaan JFT dan penguatan administrasi. Seluruh jajaran sekretariat diminta tetap bekerja profesional sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Yuni Karina menambahkan bahwa koordinasi dan komunikasi dengan Bawaslu RI akan terus diperkuat. Forum pembinaan ini menjadi sarana strategis untuk menyampaikan dinamika dan kendala yang dihadapi di daerah. Ia berharap mekanisme rapat rutin dan penyampaian pertanyaan melalui link resmi dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan demikian, setiap permasalahan dapat segera dicarikan solusi bersama. Bawaslu Kabupaten Magelang siap mendukung kebijakan nasional demi penguatan kelembagaan pengawasan pemilu.

penulis: desiana