Lawan Hoaks dan Politik Uang, Pesan Kuat Bawaslu di SMAN 1 Muntilan
|
Kota Mungkid — Isu hoaks dan politik uang menjadi sorotan utama dalam kegiatan Bawaslu Goes to School yang digelar Bawaslu Kabupaten Magelang di SMA Negeri 1 Muntilan, Senin (27/04/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap ancaman yang dapat merusak demokrasi. Seluruh siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Materi yang disampaikan relevan dengan kondisi saat ini. Generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi.
Ketua Bawaslu, M. Habib Shaleh, menegaskan bahwa hoaks dan disinformasi merupakan ancaman serius. Ia mengingatkan siswa untuk selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi. Kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting di era digital. Selain itu, ia juga menyoroti bahaya politik uang. Praktik ini dapat merusak integritas pemilu secara sistemik.
Habib mengajak siswa untuk berani menolak segala bentuk politik uang. Ia menegaskan bahwa hak suara tidak boleh diperjualbelikan. Pemilih harus menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan rasional. Kesadaran ini menjadi kunci dalam menciptakan pemilu yang bersih. Bawaslu juga membuka ruang pelaporan bagi masyarakat.
Selain itu, siswa didorong untuk menggunakan media sosial secara bijak. Mereka harus mampu menjadi agen penyebar informasi yang benar. Peran ini sangat penting dalam melawan disinformasi. Generasi muda memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, tanggung jawab dalam bermedia sosial harus dijaga.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif. Bawaslu berharap siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh. Edukasi ini tidak berhenti di sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat. Generasi muda menjadi kunci dalam menjaga demokrasi. Dengan demikian, pemilu berintegritas dapat terwujud.
penulis: desiana