Lompat ke isi utama

Berita

Habib: Edukasi Pemilu Melalui Pramuka adalah Investasi Demokrasi

Netralitas ASN

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, saat memberikan materi dan motivasi kepada anggota Saka Adhyasta di SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Jumat (17/01/2025).

Kota Mungkid - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang terus melakukan upaya edukasi politik kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Pengenalan Saka Adhyasta Pemilu yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Jumat (17/01/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Bawaslu dalam menumbuhkan kesadaran kepemiluan sejak dini di kalangan pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, hadir langsung untuk memberikan materi dan motivasi kepada para anggota Saka Adhyasta. Ia menjelaskan bahwa Saka Adhyasta Pemilu merupakan wadah pendidikan nonformal di bawah Gerakan Pramuka yang berfokus pada pengawasan pemilu, pencegahan pelanggaran, dan penegakan integritas demokrasi.

Peserta yang terdiri dari anggota Pramuka Penegak SMAN 1 Kota Mungkid mendapatkan pemahaman mendalam melalui tiga krida utama, yaitu Krida Pengawasan, Krida Pencegahan, dan Krida Penanganan Pelanggaran. Melalui ketiga krida tersebut, para siswa diajak untuk mengenali tahapan pemilu, memahami bentuk-bentuk pelanggaran, serta pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keadilan dan keterbukaan proses demokrasi.

Pemberian materi Saka Adhyasta Pemilu kepada para anggota Saka bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai seluruh krida yang ada. Materi mencakup berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan pemilu, mulai dari pemutakhiran data pemilih, tahapan kampanye, masa tenang, pemungutan suara, hingga penghitungan suara.

Dalam penyampaian materinya, Muhammad Habib Shaleh menekankan pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga menjadi bagian dari pengawas partisipatif. “Melalui Saka Adhyasta Pemilu, kami ingin menanamkan semangat pengawasan sejak dini. Anak muda harus paham bahwa menjaga kejujuran pemilu adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Saka Adhyasta Pemilu dapat meningkatkan kapasitas dan wawasan mereka dalam pengawasan partisipatif, sehingga mampu berperan aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu yang akan datang dengan lebih cermat dan berintegritas.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan pelajar dalam kegiatan seperti ini dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun budaya politik yang sehat di masa depan. “Saka Adhyasta Pemilu bukan sekadar kegiatan pramuka, tapi gerakan moral untuk menumbuhkan integritas dan kepedulian terhadap demokrasi,” tambah Habib Shaleh.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar praktik pengawasan dan pencegahan pelanggaran di lapangan. Para siswa juga diajak melakukan simulasi sederhana tentang proses pelaporan pelanggaran dan diskusi mengenai peran masyarakat dalam mendorong pemilu yang berintegritas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam mengawal proses demokrasi. “Kami ingin membangun generasi pengawas muda yang berani, jujur, dan peduli. Karena dari tangan merekalah masa depan demokrasi yang bersih dan bermartabat akan tumbuh,” tutup Habib.

Penulis: Desiana