Dari Bangku Sekolah, Bawaslu Magelang Perkuat Konsolidasi Demokrasi Generasi Muda
|
Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang terus memperkuat konsolidasi demokrasi melalui pendekatan edukatif kepada generasi muda, salah satunya melalui kegiatan Kelas Demokrasi yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang di SMA Islam Sudirman Grabag, Kabupaten Magelang, Selasa (14/04/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, S.S., hadir sebagai narasumber dan memberikan materi kepada para siswa yang merupakan bagian dari generasi pemilih pemula.
Kelas Demokrasi ini menjadi salah satu bentuk konkret konsolidasi demokrasi yang dilakukan melalui jalur pendidikan. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berupaya menanamkan pemahaman tentang nilai-nilai demokrasi sejak dini, sekaligus membangun kesadaran politik yang sehat di kalangan pelajar.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi di masa mendatang. Oleh karena itu, pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, dan partisipasi aktif masyarakat perlu diperkuat sejak berada di bangku sekolah.
“Melalui kegiatan seperti ini, konsolidasi demokrasi tidak hanya dilakukan di tingkat kelembagaan, tetapi juga menyentuh generasi muda sebagai bagian penting dari masa depan demokrasi,” ujar Habib.
Dalam pemaparannya, Habib juga menekankan pentingnya peran pelajar sebagai pemilih cerdas yang mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi yang tepat serta pertimbangan yang rasional. Selain itu, pelajar juga didorong untuk memiliki keberanian dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.
Materi yang disampaikan tidak hanya mencakup pemahaman dasar tentang demokrasi, tetapi juga menyentuh aspek pengawasan partisipatif. Para siswa diajak untuk memahami bahwa masyarakat memiliki peran dalam mengawasi jalannya pemilu guna memastikan proses yang jujur dan adil.
Selain itu, Bawaslu Kabupaten Magelang juga memberikan edukasi mengenai pencegahan praktik politik uang sebagai salah satu ancaman terhadap integritas demokrasi. Para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak negatif politik uang serta pentingnya membangun sikap tegas untuk menolak praktik tersebut.
“Politik uang dapat merusak kualitas demokrasi karena menggeser pilihan dari yang seharusnya berdasarkan gagasan dan visi menjadi kepentingan sesaat. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki kesadaran dan keberanian dalam menolaknya,” tegasnya.
Tidak hanya itu, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai bahaya hoaks dan disinformasi yang kerap muncul dalam dinamika demokrasi. Pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang kritis dalam menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan Kelas Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga memiliki kesadaran untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Pendekatan edukatif melalui dunia pendidikan ini menjadi bagian penting dalam upaya konsolidasi demokrasi yang berkelanjutan. Dengan melibatkan pelajar sebagai agen perubahan, diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat tumbuh dan berkembang secara lebih luas di tengah masyarakat.
penulis: Putri
Editor: desiana