Bawaslu Kabupaten Magelang Goes to Pesantren Nurul Hasan, Dorong Santri Menjadi Garda Moral Penggerak Perubahan
|
Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang kembali menggelar kegiatan Bawaslu Goes to Pesantren di Pondok Pesantren Nurul Hasan. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 190 santri dan santriwati yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias dari awal hingga akhir. Kegiatan dibuka oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hasan, Muhammad Ilzam Saadi, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kabupaten Magelang di lingkungan pesantren. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan baru kepada para santri dan santriwati mengenai pentingnya peran generasi muda, khususnya santri, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mewakili Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, S.S., kegiatan secara resmi dibuka oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Magelang, Fauzan Rofiqun, S.Ag. Dalam sambutannya, Fauzan menyampaikan terima kasih kepada pihak Pondok Pesantren Nurul Hasan yang telah menyambut baik kegiatan Bawaslu Goes to Pesantren.
Pada sesi materi, Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, S.S., M.Hum menyampaikan materi bertajuk “Santri dan Demokrasi: Garda Moral Penggerak Perubahan.” Dalam pemaparannya, Aini terlebih dahulu mengenalkan tugas dan fungsi Bawaslu kepada para santri dan santriwati, termasuk menjelaskan lembaga-lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia serta peran masing-masing dalam proses demokrasi.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pesantren merupakan laboratorium demokrasi karena di dalamnya tumbuh nilai-nilai musyawarah, keadilan, toleransi, tanggung jawab, serta sikap moderat yang selaras dengan nilai-nilai demokrasi dan ajaran Islam.
Ia menegaskan bahwa menjadi santri tidak hanya berarti memperdalam ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga demokrasi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman, kejujuran, keadilan, serta amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan bermasyarakat.
Para santri juga diajak memahami peran yang dapat mereka lakukan dalam demokrasi, seperti menjadi pemilih yang cerdas, menolak politik uang, menjaga persatuan, serta turut berperan dalam pengawasan partisipatif pada penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para santri dan santriwati terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan menunjukkan antusiasme tinggi selama jalannya diskusi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap para santri dapat menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut menjaga demokrasi yang berintegritas dan bermartabat.
penulis: Fadila
Editor: desiana