Bawaslu Jateng Rilis Teaser Film Web Series "Menjaga Daulat Rakyat"
|
Magelang - Bawaslu Provinsi Jawa Tengah telah merilis teaser web series berjudul “Menjaga Daulat Rakyat”. Kisah dan proses pembuatannya dapat dilihat dalam podcast YouTube Bawaslu Kabupaten Magelang pada program Candi Episode ke-27. Hadir sebagai narasumber Nur Kholiq selaku Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan Sumarni Aini Chabibah selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Magelang pada Rabu (16/04/2025).
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq mengatakan web series "Menjaga Daulat Rakyat" dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja Bawaslu kepada masyarakat, sesuai Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 2 tahun 2025, Bawaslu berkewajiban untuk mempublikasikan dan mendokumentasikan kerja hasil pengawasan selama tahapan pilkada Serentak Tahun 2024.
"Film web series ini merupakan sebuah karya sinematograsi dalam bentuk film dokumenter yang mengkolaborasikan karya fiksi dan karya faktual. Karya fiksi berupa drama fiksi dengan konflik yang menarik kemudian dikolaborasikan dengan karya faktual berupa dokumenter kerja pengawasan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah selama tahapan pilkada" ujarnya.
Web series ini menceritakan cinta segitiga yang terjadi antara PKD, Pantarlih dan Panwaslucam. Web series ini dibagi menjadi 3 series dengan total durasi 32 menit, masing-masing seri berdurasi 9-10 menit. Berikut sinopsis masing-masing seri:
Seri pertama - patroli kawal hak pilih
Rani (PKD) berpacaran dengan Beni (Pantarlih). Rani sedang bertugas mengawasi Pantarlih melakukan coklit, ternyata Pantarlih melakukan pelanggaran karena tidak melakukan coklit secara langsung. Hal ini membuat Rani marah dan muncul konflik. Lalu Rani meminta arahan ke Panwaslucam. Selanjutnya Panwaslucam tertarik dengan Rani dan mulai melakukan pendekatan. Drama fiksi ini disambungkan dengan menampilkan dokumenter kerja Bawaslu Kabupaten/Kota saat patroli kawal hak pilih.
Seri kedua - partisipasi pengawasan (parmas) dengan tagline "sesarengan ngawasi"
Untuk membujuk Rani yang marah, Pantarlih mengajak Rani menonton Expo di alun-alun. Rani merasa senang diajak nonton karena dia sosok perempuan baik hati dan sederhana. Drama fiksi ini disambungkan dengan dokumenter Expo Bawaslu dengan tagline "sesarengan ngawasi". Expo ini merupakan salah satu kegiatan Partisipasi Masyarakat untuk menyampaikan pesan pengawasan melalui kolaborasi seni dan budaya. Kegiatan Expo ini merupakan kolaborasi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Ada beberapa kegiatan yang ditampilkan di Expo ini seperti Sumbing Art Collaboration di Kabupaten Magelang, Jalawastu warisan budaya di Brebes, dan panggung apresiasi disabilitas di Banyumas.
Seri ketiga - pungut hitung
Setelah diajak nonton Expo, Rani kembali ceria dan tidak marah lagi. Pantarlih menjelaskan kalau masalah coklit sudah diselesaikan dan sudah dilakukan coklit door to door. Rani dan Pantarlih janjian berangkat ke TPS bareng tanggal 27 November. Disela-sela kegiatan, PKD melakukan patroli bersama Panwaslucam. Pada saat yang sama Panwaslucam menyatakan cintanya pada Rani. Kemudian cerita disambungkan dengan dokumenter patroli masa tenang dan pungut hitung, ada beberapa peristiwa yang ditampilkan seperti patroli di daerah pegunungan, peristiwa bencana banjir sampai TPS ambruk dan pemungutan suara ulang (PSU).
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah mengatakan pembuatan web series ini melibatkan seluruh Kordiv P2H Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah. Bawaslu Kabupaten Magelang juga terlibat langsung dalam proses produksi, menjadi actor/talent, dan ikut mereview web series ini.
"Bawaslu Kabupaten Magelang tampil dalam web series kedua parmas yang menceritakan tentang Expo Sumbing Art collaboration. Expo ini melibatkan 210 seniman di lereng Gunung Sumbing, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik pada tanggal 12 Oktober 2024. Ada banyak kegiatan di Expo ini seperti sosialisasi kelembagaan Bawaslu, seni tari dari masyarakat sekitar wilayah Gunung Sumbing dan deklarasi Anti Politik Uang di 9 (sembilan) desa khusus di wilayah kecamatan Kaliangkrik" ujarnya.
Bawaslu Provinsi Jawa Tengah memproduksi web series ini dengan bantuan ahli sinematografi dan menggandeng seniman film termasuk talent dari pekerja seni teater yang berperan sebagai PKD, Pantarlih dan Panwaslucam. Bahan film seluruhnya orisinil dari Bawaslu Kabupaten/Kota, dipilah, dikelompokkan, dan dibuat skenario bersama.
Web series ini merupakan hasil kreatifitas dan inovasi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah khususnya Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat. Nur Kholid berharap 5-10 tahun mendatang web series ini akan menjadi legacy atau warisan berharga serta menjadi sarana sosialisasi dan edukasi pengawasan pemilu bagi masyarakat. (yuni karina)