Video Edukasi dari Sambang Desa, Strategi Bawaslu Magelang Cegah Politik Uang
|
Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang menggelar sambang desa untuk merawat komitmen Desa Anti Politik Uang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penguatan pengawasan partisipatif. Desa yang telah menjadi Desa Pengawasan kembali didorong agar aktif menjaga integritas pemilu. Pendekatan langsung dinilai efektif membangun kesadaran warga.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu menyampaikan pentingnya peran masyarakat sebagai pengawas. Diskusi terbuka dilakukan bersama perangkat desa dan tokoh lokal. Warga diajak memahami bahaya politik uang bagi masa depan demokrasi. Edukasi dilakukan dengan metode dialog interaktif.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Chandra Yoga Kusuma, menjelaskan bahwa pihaknya juga membuat video ilm tentang kegiatan sambang desa. “Video ini menjadi sarana edukasi yang dapat dibagikan melalui media sosial. Kami ingin pesan pencegahan politik uang tersebar luas,” katanya. Ia menegaskan bahwa media digital sangat efektif menjangkau publik.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menyatakan komitmennya untuk terus memperluas Desa Anti Politik Uang. Menurutnya, desa adalah fondasi demokrasi yang harus dijaga. “Kami tidak ingin politik uang merusak tatanan sosial masyarakat desa. Integritas harus menjadi budaya bersama,” ujarnya.
Selain sosialisasi, Bawaslu juga melakukan monitoring terhadap keberlanjutan program desa pengawasan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi masyarakat. Pendampingan akan terus diberikan secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar komitmen tidak berhenti di deklarasi.
Program sambang desa akan terus diperluas ke wilayah lain. Bawaslu optimistis pendekatan partisipatif mampu menekan potensi pelanggaran. Kolaborasi antara penyelenggara dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Dengan semangat bersama, desa dapat menjadi contoh demokrasi bersih.
penulis: desiana