Bawaslu Magelang Dorong Partisipasi Generasi Muda melalui Saka Terpadu di Sekolah
|
Kota Mungkid — Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif. Untuk mendukung upaya tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang melaksanakan kegiatan Saka Terpadu di SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Yuni Karina, Kepala Subbagian Pengawasan Pemilu, dan Sigit Dwi Prasetyo, Kepala Subbagian Hukum, Humas, dan Data Informasi, sebagai narasumber. Melalui materi pengawasan dan hukum, para siswa diajak memahami pentingnya peran masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi.
Yuni Karina memberikan materi mengenai pengawasan pemilu dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mencegah terjadinya pelanggaran. Generasi muda perlu mengenal bahwa pengawasan merupakan salah satu unsur untuk mendukung pemilu yang jujur dan adil. Keterlibatan tersebut dapat dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang pemilu, bersikap kritis terhadap informasi, dan memahami mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran. Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan dapat berpartisipasi secara positif dalam kehidupan demokrasi.
Sigit Dwi Prasetyo menyampaikan materi hukum untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya kepatuhan terhadap peraturan. Demokrasi membutuhkan aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam menjalankan hak dan kewajibannya. Pemahaman hukum juga membantu menumbuhkan sikap disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sekolah maupun ketika kelak menggunakan hak politiknya.
Melalui kegiatan Saka Terpadu, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap generasi muda semakin mengenal pentingnya pengawasan partisipatif. Pendidikan kepemiluan di sekolah menjadi langkah untuk membangun kesadaran demokrasi yang dapat terus berkembang. Para siswa diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap integritas pemilu dan menghormati ketentuan hukum. Dengan keterlibatan generasi muda, penguatan demokrasi dapat dimulai sejak lingkungan pendidikan dan dilanjutkan dalam kehidupan bermasyarakat.