Lompat ke isi utama

Berita

Penguatan Literasi Digital Perempuan untuk Demokrasi Aman dan Inklusif

BAWASLU

Kota Mungkid — Literasi digital berperspektif gender menjadi fondasi penting dalam memperkuat demokrasi di era pemilu berbasis teknologi. Perempuan perlu dibekali pemahaman dan keterampilan digital agar mampu berpartisipasi secara aktif dan setara. Literasi digital juga berperan dalam melindungi perempuan dari berbagai risiko di ruang digital. Dengan kemampuan digital yang memadai, perempuan dapat berperan lebih maksimal dalam proses demokrasi.

Dalam pelaksanaan pemilu, perempuan yang memiliki literasi digital yang baik akan lebih siap dalam mengakses informasi politik secara kritis. Kemampuan memilah informasi menjadi penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi. Selain itu, literasi digital mendorong perempuan untuk berani menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. Hal ini turut memperkuat kualitas partisipasi politik masyarakat secara keseluruhan.

Bawaslu Kabupaten Magelang memandang literasi digital sebagai bagian dari strategi pencegahan pelanggaran pemilu. Pendekatan berperspektif gender diperlukan agar edukasi digital dapat menjangkau kelompok perempuan secara efektif. Upaya ini juga memastikan tidak ada kesenjangan akses teknologi dalam pemilu. Dengan literasi digital yang merata, pemilu dapat berjalan lebih inklusif dan berintegritas.

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menekankan bahwa literasi digital perempuan memiliki dampak langsung terhadap kualitas demokrasi. “Perempuan yang memiliki keterampilan digital akan lebih aman dan percaya diri dalam berpartisipasi pada pemilu berbasis teknologi. Literasi digital berperspektif gender menjadi kunci untuk memastikan partisipasi yang setara,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perlindungan perempuan di ruang digital harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, demokrasi digital harus dibangun di atas prinsip keadilan dan keamanan.

Melalui berbagai kegiatan pendidikan pemilih, Bawaslu Kabupaten Magelang terus mendorong peningkatan literasi digital bagi perempuan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang sehat dan inklusif. Perempuan didorong menjadi pengguna teknologi yang kritis dan bertanggung jawab. Bawaslu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung literasi digital yang berkeadilan gender. Dengan sinergi bersama, pemilu yang aman dan berkualitas dapat terwujud. (desiana)