Lompat ke isi utama

Berita

Pengawasan Adaptif Jadi Kunci Hadapi Kerawanan Pemilu di Wilayah Kepulauan

BAWASLU

Kota Mungkid - Literasi Pojok Pengawasan Volume 09 yang dilaksanakan secara daring pada Senin (2/2/2026) menjadi forum strategis dalam membahas pengawasan pemilu di daerah kepulauan. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, S.A.P., M.H. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa wilayah kepulauan memiliki tantangan pengawasan yang tidak dapat disamakan dengan wilayah daratan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengawasan yang adaptif dan kontekstual.

Muhammad Amin menjelaskan bahwa keterbatasan akses geografis dan transportasi berpengaruh terhadap efektivitas pengawasan pemilu. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan apabila tidak diantisipasi dengan perencanaan yang matang. Pengawas pemilu dituntut mampu membaca karakteristik wilayah secara komprehensif. Literasi pengawasan menjadi sarana penting dalam meningkatkan kapasitas tersebut.

Dalam paparan keynote speaker, Nur Kholiq, S.H., S.Th.I., M.Kn., disampaikan bahwa pengawasan di daerah kepulauan harus mengedepankan upaya pencegahan. Keterbatasan jumlah pengawas menjadi alasan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Edukasi kepada masyarakat dinilai mampu memperkuat daya cegah terhadap potensi pelanggaran. Sinergi lintas sektor juga menjadi kunci dalam mendukung efektivitas pengawasan.

Narasumber Dr. Maryamah, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa pengawasan pemilu di wilayah Kepulauan Riau menghadapi tantangan cuaca dan sebaran pulau yang luas. Kerawanan pemilu seperti politik uang dan distribusi logistik menjadi perhatian utama. Pendekatan berbasis kearifan lokal dan budaya setempat dinilai efektif dalam upaya pencegahan. Selain itu, pemanfaatan media digital turut mendukung edukasi dan pelaporan pelanggaran.

Sementara itu, Ali Purnomo, M.Pd.I., menegaskan pentingnya pengawasan distribusi logistik pemilu di wilayah kepulauan. Pengawasan harus dilakukan sejak tahap perencanaan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan cuaca. Koordinasi yang kuat dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi langkah strategis. Literasi Pojok Pengawasan Volume 09 menegaskan bahwa pengawasan pemilu di wilayah kepulauan membutuhkan kolaborasi, pencegahan dini, dan peran aktif masyarakat.

penulis: desiana