Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi Kesbangpol dan Bawaslu Magelang Perkuat Pendidikan Demokrasi untuk Pelajar Sawangan

BAWASLU

Kota Mungkid – Kelas Demokrasi yang digelar di SMK Ma’arif Sawangan menjadi bukti nyata kolaborasi antarinstansi dalam membangun kesadaran demokrasi generasi muda. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang pada Kamis (5/02/2026). Tema yang diangkat adalah “Belajar Demokrasi Menjadi Warga Negara yang Bertanggung Jawab Menuju Bangsa yang Berintegritas”. Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang hadir sebagai narasumber utama dan memberikan materi yang relevan dengan tantangan era digital. Para siswa-siswi mengikuti kegiatan dengan antusias dan menunjukkan ketertarikan tinggi. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi agar pelajar memahami demokrasi secara utuh.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Kabupaten Magelang, Sri Tumini, S.E. Ia menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi perlu ditanamkan sejak sekolah agar pelajar memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Menurutnya, demokrasi tidak hanya dipahami sebagai proses pemilihan, tetapi juga sebagai sikap menghormati perbedaan. Sri Tumini menekankan bahwa pelajar harus menjadi generasi yang menjunjung tinggi persatuan dan toleransi. Ia juga menegaskan bahwa integritas merupakan nilai utama yang harus melekat dalam kehidupan generasi muda. Kesbangpol berharap kegiatan ini menjadi sarana pembentukan pelajar yang bertanggung jawab sebagai warga negara.

Narasumber dari unsur legislatif, anggota DPRD Kabupaten Magelang, Hibatun Wafiroh, S.Ag., M.Ag., memberikan materi mengenai peran pemuda dalam demokrasi. Ia menekankan bahwa pemuda harus berani berpartisipasi dan tidak bersikap apatis terhadap persoalan publik. Menurutnya, partisipasi politik yang bertanggung jawab dapat dilakukan melalui edukasi, diskusi, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial. Ia juga mengingatkan bahwa pemuda harus menjadi kelompok yang menjaga nilai demokrasi, bukan justru menjadi korban provokasi. Hibatun mengajak pelajar untuk memanfaatkan ruang demokrasi secara positif. Materi ini memberikan motivasi kepada peserta untuk menjadi warga negara yang aktif dan sadar peran.

Sementara itu, Sholihul Hakim, S.H., M.H., dosen Universitas Tidar, menyampaikan materi mengenai demokrasi konstitusional. Ia menjelaskan bahwa demokrasi yang sehat harus berjalan sejalan dengan aturan hukum dan etika publik. Menurutnya, pelajar perlu memahami bahwa hukum hadir untuk menjaga keadilan dan ketertiban sosial. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran hukum agar generasi muda tidak mudah terjerumus pada tindakan yang melanggar aturan. Sholihul Hakim mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus dibarengi tanggung jawab. Materi tersebut memperkuat pemahaman peserta tentang demokrasi yang berlandaskan konstitusi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang kemudian menyampaikan materi unggulan tentang literasi anti-hoaks. Ia menjelaskan bahwa hoaks menjadi ancaman serius bagi demokrasi karena dapat menyebarkan kebencian, fitnah, dan polarisasi sosial. Menurutnya, penyebaran hoaks seringkali meningkat ketika masyarakat memasuki masa politik, termasuk pemilu dan pemilihan. Ia mengingatkan bahwa generasi muda merupakan pengguna aktif media sosial sehingga menjadi kelompok yang rentan terpapar informasi palsu. Ketua Bawaslu menekankan bahwa pelajar harus membiasakan cek fakta sebelum membagikan informasi. Ia juga mengajak siswa untuk menjadikan media sosial sebagai ruang edukasi yang produktif.

“Hoaks tidak hanya menyesatkan, tetapi juga dapat memecah belah masyarakat. Karena itu, generasi muda harus mampu berpikir kritis, melakukan verifikasi fakta, serta bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang. Ia menambahkan bahwa kemampuan berpikir kritis dapat dilatih dengan membaca sumber resmi dan memahami konteks informasi. Menurutnya, generasi muda harus berani melawan provokasi dengan cara yang santun dan edukatif. Ia juga menekankan bahwa menjaga ruang digital yang sehat merupakan bagian dari menjaga persatuan bangsa. Ketua Bawaslu mengingatkan bahwa demokrasi akan kuat jika warganya cerdas dan berintegritas. Pesan ini menjadi salah satu inti dari kegiatan Kelas Demokrasi.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak aktif menyampaikan pertanyaan tentang demokrasi, pengawasan pemilu, serta etika bermedia sosial. Diskusi berkembang dengan berbagai pandangan dan pengalaman peserta terkait arus informasi digital. Para narasumber memberikan jawaban yang membangun dan mendorong pelajar untuk lebih kritis. Kesbangpol dan Bawaslu mengapresiasi semangat pelajar yang menunjukkan kepedulian terhadap isu demokrasi. Kelas Demokrasi kemudian ditutup dengan ajakan untuk menjadi generasi yang berani menolak hoaks dan menjaga persatuan. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antarinstansi diharapkan semakin memperkuat pendidikan demokrasi di Kabupaten Magelang.

penulis: desiana