Dingin Lereng Merbabu Jadi Saksi Dialog Demokrasi Bawaslu Magelang Bersama Desa Wulunggunung
|
Kota Mungkid – Upaya pencegahan pelanggaran pemilu terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Magelang meskipun tahapan pemilihan belum dimulai. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan konsolidasi demokrasi melalui sambang desa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan program Desa Anti Politik Uang yang berbasis sinergi dan partisipasi masyarakat. Dengan cara ini, Bawaslu ingin memastikan budaya politik bersih dibangun jauh sebelum tahapan pemilu berjalan.
Konsolidasi demokrasi kali ini dilaksanakan di Desa Wulunggunung, Kecamatan Sawangan, pada Senin (2/2/2026). Desa yang berada di lereng Gunung Merbabu itu menjadi lokasi strategis untuk memperluas jangkauan program pencegahan. Pertemuan berlangsung dalam suasana dingin khas pegunungan yang tetap terasa hangat karena dialog yang terbuka. Kondisi alam yang asri juga mendukung suasana diskusi yang lebih santai namun tetap serius.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut. Ia didampingi staf Bawaslu Kabupaten Magelang yang turut membantu proses komunikasi dan pencatatan hasil diskusi. Kehadiran Bawaslu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang mendengarkan masukan langsung dari desa. Bawaslu memandang bahwa pendekatan tatap muka jauh lebih efektif dalam membangun kepercayaan publik.
Fokus utama pembahasan adalah penguatan komitmen Desa Wulunggunung sebagai Desa Anti Politik Uang. Bawaslu menyampaikan bahwa politik uang tidak hanya merusak hasil pemilu, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi. Karena itu, desa perlu menjadi benteng moral yang menolak segala bentuk transaksi politik. Aparatur desa juga diharapkan menjadi teladan dalam menjaga netralitas serta integritas sosial di tengah masyarakat.
Sumarni Aini Chabibah menekankan bahwa pendidikan politik tidak harus selalu dilakukan dengan metode formal. Menurutnya, desa dapat mengembangkan cara kreatif sesuai kearifan lokal yang sudah tumbuh di masyarakat. Aktivitas sosial, budaya, hingga kegiatan ekonomi lokal bisa menjadi ruang edukasi politik yang efektif. Dengan cara tersebut, pesan anti politik uang dapat lebih mudah diterima dan menjadi kebiasaan sosial yang kuat.
Kepala Desa Wulunggunung, Munawar, menyambut baik kegiatan sambang desa yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Magelang. Ia menyampaikan bahwa dukungan dari Bawaslu menjadi energi positif bagi pemerintah desa dalam menjaga kondusivitas masyarakat. Munawar juga menegaskan kesiapan desa untuk bersinergi dalam menjalankan program anti politik uang secara berkelanjutan. Ia berharap Desa Wulunggunung dapat menjadi contoh desa yang kuat, mandiri, dan berintegritas dalam menyongsong pemilu mendatang.
penulis: desiana