Lompat ke isi utama

Berita

CANDI Eps. 29: Bawaslu Kabupaten Magelang Kupas Dibalik Layar Film Dokumenter “Cikal Bakal Desa APU”

Pencegahan

Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang kembali menghadirkan episode terbaru dari program unggulan CANDI (Bincang Pemilu dan Demokrasi), kali ini dalam Episode 29 yang mengangkat tema "Di Balik Layar Film Dokumenter Cikal Bakal Desa APU". Tayangan ini merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan praktik baik dan inovasi pengawasan partisipatif di tingkat desa.

Film dokumenter yang disorot dalam episode ini merekam proses dan semangat kolaborasi masyarakat desa dalam mendirikan Desa APU (Anti Politik Uang), sebuah model partisipasi masyarakat yang berkomitmen melawan politik uang dan menjaga integritas demokrasi dari akar rumput.

Dalam episode kali ini, penonton diajak menelusuri proses produksi film dokumenter tersebut, mulai dari riset lapangan, wawancara tokoh lokal, hingga refleksi para penggerak di desa yang menjadi pelopor gerakan Desa APU. Tak hanya menampilkan hasil akhir, episode ini juga memperlihatkan dinamika kerja tim dan tantangan dalam mengemas narasi pengawasan ke dalam bentuk audio visual yang edukatif dan menyentuh.

Kehadiran program ini sekaligus menjadi bentuk nyata dari komitmen Bawaslu Kabupaten Magelang dalam mendorong pendekatan komunikasi publik yang kreatif dan membumi, dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana literasi politik dan pengawasan partisipatif.

"Kami ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga merekam langkah-langkah kecil yang berarti dalam menjaga demokrasi. Desa APU adalah wujud kesadaran warga, dan melalui dokumenter ini, semangat itu kami sebarkan lebih luas," ujar tim produksi dalam tayangan tersebut.

Program CANDI merupakan kanal komunikasi kreatif Bawaslu Kabupaten Magelang yang menyuguhkan berbagai narasi lokal dalam pengawasan pemilu, serta menampilkan tokoh, praktik, dan pengalaman unik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengawas pemilu di daerah lain.

Melalui episode ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap dapat terus menggerakkan masyarakat untuk aktif menjadi bagian dari pengawasan, sekaligus memperluas jangkauan nilai-nilai demokrasi yang bersih dan berintegritas hingga ke pelosok desa. (desiana)