Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Magelang Dorong Program Pencegahan Berbasis Data dan Dampak

BAWASLU

Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang mengikuti Rapat Koordinasi Harmonisasi Program Kerja Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Tahun 2026 secara daring pada Rabu (21/01/2026). Rapat ini membahas evaluasi program tahun sebelumnya dan proyeksi kebijakan tahun mendatang. Kegiatan diikuti oleh jajaran Bawaslu se-Jawa Tengah. Harmonisasi program menjadi agenda utama untuk memastikan keselarasan kebijakan. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang mendalam.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, dalam arahannya menekankan bahwa program ke depan harus lebih strategis. Penyusunan program tidak boleh terlepas dari regulasi dan Renstra yang telah ditetapkan. Program juga harus berorientasi pada kualitas dan dampak jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa kegiatan seremonial tanpa keberlanjutan perlu diminimalkan. Penguatan ekosistem pengawasan partisipatif menjadi tujuan utama.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas, Nur Kholiq menyampaikan capaian kinerja tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat telah menjangkau ratusan ribu sasaran. Kinerja tersebut didukung dengan dokumentasi patografi dan karya pustaka. Ke depan, dokumentasi akan terus dikembangkan sebagai media edukasi publik. Publikasi pencegahan tematik juga akan menjadi agenda rutin.

Diskusi rapat menyoroti pentingnya indikator capaian yang jelas pada setiap program. Program harus dapat diukur dan didukung data yang valid. Selain itu, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan lemahnya program. Kolaborasi lintas lembaga dan optimalisasi media digital menjadi solusi yang ditawarkan. Program inovatif berbasis kearifan lokal juga sangat didorong.

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menyampaikan bahwa hasil rapat ini menjadi referensi penting dalam menyusun program daerah. Ia menilai pendekatan berbasis data akan meningkatkan kualitas perencanaan. “Program pencegahan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar terlaksana,” ujarnya. Komitmen penguatan pencegahan menjadi fokus Bawaslu Kabupaten Magelang di tahun 2026.

Penulis: Desiana