Ajak Generasi Muda Jadi Pengawas Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Hadirkan Posko PDPB di Sekolah
|
Magelang — Bawaslu Kabupaten Magelang membuka Posko Aduan Pengawasan Penyusunan Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai bagian dari kolaborasi program “Bawaslu Mengajar” dan “KPU Goes to School”. Kegiatan ini menyasar pemilih pemula dan dilaksanakan di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran, Rabu (30/7/2025), untuk memperkuat pengawasan partisipatif sejak dini.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menjelaskan bahwa melalui posko aduan ini, Bawaslu memberi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan laporan atau masukan terkait data pemilih. "Laporan bisa berupa temuan pelajar yang telah berusia 17 tahun namun belum terdaftar dalam daftar pemilih," ujarnya.
Jika merujuk pada data pemilih Pilkada 2024, jumlah pemilih pemula usia 17–21 tahun yang baru pertama kali mencoblos mencapai 101.384 pemilih, atau sekitar 9,9% dari total pemilih Kabupaten Magelang yang berjumlah 1.014.525 orang. Angka ini diprediksi akan tetap signifikan, bahkan meningkat, dalam Pemilu 2029 dan Pilkada berikutnya.
Kelompok usia ini umumnya masih berada di jenjang pendidikan SLTA atau di pondok pesantren. Oleh karena itu, Bawaslu memfokuskan pendekatan langsung ke sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan karena dinilai lebih efektif. "Selepas mereka lulus dari SLTA, akan lebih sulit menjangkau mereka tanpa upaya ekstra," tambah Aini.
Program Bawaslu Goes to School juga dimanfaatkan sebagai ajang uji petik untuk mencocokkan data pemilih yang tercatat dengan kondisi faktual di lapangan. Selain itu, program ini meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya memastikan hak pilih mereka tercatat dengan benar.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu berhasil mencatat 12 nama pelajar yang telah berusia 17 tahun namun belum terdaftar dalam data pemilih, serta mendata 89 pemilih pemula yang diperkirakan akan ikut memilih untuk pertama kalinya pada Pemilu 2029 mendatang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menyampaikan harapannya agar keterlibatan aktif pelajar dan warga sekolah dapat menjadi pintu masuk lahirnya pengawas partisipatif yang kritis dan peduli terhadap demokrasi. "Tahapan awal seperti pemutakhiran data pemilih adalah fondasi penting dalam menjamin hak konstitusional warga. Kami ingin siswa-siswa ini sadar dan terlibat," tegasnya.
Bawaslu Kabupaten Magelang juga menyediakan kanal aduan daring untuk masyarakat yang ingin menyampaikan masukan terkait data pemilih, melalui tautan:
🔗 https://bit.ly/POSKO_DAFTAR_PEMILIH_BERKELANJUTAN
Penulis : Shanita
Editor : Desiana