Sinergi Ilmiah Demi Pemilu Berintegritas, Bawaslu Magelang Fasilitasi Riset Mahasiswa
|
Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan demokrasi melalui kerja sama dengan dunia akademik. Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menerima wawancara dari seorang mahasiswa yang tengah menyusun Tugas Akhir. Penelitian tersebut mengangkat tema pencegahan politik uang melalui pendekatan Desa Anti Politik Uang. Kegiatan wawancara ini menjadi bagian dari kontribusi Bawaslu dalam mendukung kajian ilmiah kepemiluan, Senin (12/01/2026).
Mahasiswa yang melakukan wawancara yakni Putri Salsa Bila, Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian yang disusunnya berjudul “Desa Anti Politik Uang dalam Mencegah Money Politic (Studi Kasus di Desa Mangli Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang)”. Fokus kajian diarahkan pada peran Bawaslu dalam mendorong partisipasi masyarakat desa. Wawancara berlangsung secara langsung dan komunikatif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, memaparkan berbagai upaya pencegahan politik uang yang telah dilakukan. Ia menegaskan bahwa praktik politik uang masih menjadi persoalan serius dalam setiap kontestasi demokrasi. Oleh sebab itu, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan penindakan semata. Keterlibatan masyarakat, khususnya di tingkat desa, menjadi faktor kunci dalam menciptakan pemilu berintegritas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, juga menyoroti pentingnya pendekatan edukatif dan partisipatif dalam pengawasan pemilu. Konsep Desa Anti Politik Uang dinilai mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Desa menjadi ruang strategis untuk membangun budaya politik yang bersih sejak dini. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan berani menolak dan melaporkan praktik politik uang.
Habib menyampaikan bahwa lembaganya secara konsisten membuka ruang bagi kegiatan akademik. “Sejak tahun 2019, Bawaslu Kabupaten Magelang secara konsisten membuka diri terhadap dunia akademik,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi telah difasilitasi untuk melakukan penelitian. Kajian tersebut mencakup isu pengawasan pemilu, partisipasi masyarakat, hingga penguatan kelembagaan demokrasi.
"Hasil penelitian mahasiswa memiliki nilai strategis bagi pengembangan kelembagaan. Temuan dan rekomendasi akademik dapat menjadi bahan evaluasi serta pengayaan program pencegahan. Sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi dinilai saling menguntungkan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun demokrasi yang lebih berkualitas" tambah Habib.
Dengan diterimanya wawancara ini, Bawaslu Kabupaten Magelang menegaskan perannya sebagai lembaga yang terbuka, responsif, dan edukatif. Dukungan terhadap penelitian tentang Desa Anti Politik Uang diharapkan mampu memperluas literasi publik terkait bahaya politik uang. Pencegahan politik uang bukan hanya tugas lembaga pengawas, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Bawaslu Kabupaten Magelang berkomitmen terus mendukung kajian ilmiah yang mendorong terwujudnya pemilu yang jujur dan berintegritas.
penulis: desiana