Lompat ke isi utama

Berita

Sinergi Bawaslu dan KPU Magelang Pastikan Validitas Data Pemilih Lewat Coktas Serentak

BAWASLU

Kota Mungkid — Pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) Serentak oleh KPU Kabupaten Magelang pada Rabu (15/10/2025) menunjukkan kuatnya sinergi antara lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu. Bawaslu Kabupaten Magelang menurunkan tim pengawasan di seluruh kecamatan sasaran, termasuk Tim 2 yang diawasi langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Hafidh.

Kegiatan yang menyasar data pemilih lanjut usia di atas 100 tahun ini bertujuan memastikan keakuratan data pemilih berkelanjutan (PDPB). Di Kecamatan Grabag, pengawasan dilakukan secara intensif oleh tim gabungan KPU dan Bawaslu, dengan tetap melibatkan masyarakat setempat.

Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral lembaganya untuk menjaga hak pilih warga. “Kami ingin memastikan setiap warga negara, termasuk yang sudah sangat lanjut usia, tetap tercatat dan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemilu,” ujarnya.

Bawaslu Kabupaten Magelang dalam pelaksanaannya tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra dalam edukasi masyarakat. Petugas Bawaslu turut memastikan agar proses verifikasi dilakukan dengan transparan dan tanpa tekanan terhadap pihak keluarga.

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Hafidh, menyatakan bahwa kegiatan Coktas menjadi momentum penting memperkuat kerja sama antarlembaga. “KPU dan Bawaslu harus saling melengkapi. Kami di Bawaslu hadir untuk memastikan setiap prosedur berjalan sesuai aturan. Ini bukan soal mencari kesalahan, tetapi memastikan keadilan elektoral berjalan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Bawaslu akan terus memantau hasil akhir dari proses Coktas ini untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar valid. “Setiap nama yang tercatat adalah hak suara yang harus dijaga. Data yang bersih berarti demokrasi yang kuat,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Kecamatan Grabag. Beberapa warga bahkan berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar tidak ada kesalahan data di pemilu mendatang. (desiana)