Rapat Persiapan Kemah Bakti Tegaskan Pentingnya Simbol dan Tata Upacara Resmi
|
Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang dan DKC Pramuka menegaskan pentingnya kesiapan simbol dan perangkat upacara dalam rapat persiapan Kemah Bakti Penguatan Kelembagaan pada 2 Desember 2025. Pembahasan teknis ini menjadi krusial mengingat kegiatan kemah akan melibatkan sejumlah upacara resmi yang memerlukan ketepatan formasi, perangkat, serta simbol identitas.
DKC sebagai organisasi kepramukaan membawa perangkat khas seperti Bendera Cikal dan WOSM yang menjadi identitas internasional Pramuka. Tidak hanya itu, DKC juga menyiapkan pelantikan Mabi Saka serta penyerahan SK Saka Adhyasta yang menjadi salah satu agenda seremonial utama. Simbol-simbol ini diharapkan memperkuat kesan formal sekaligus mempertegas nilai-nilai kepramukaan yang dijunjung tinggi.
Bawaslu Kabupaten Magelang turut melengkapi kebutuhan upacara dengan menyediakan Bendera SAKA, Bendera Bawaslu, dirijen, pemimpin upacara, pembaca doa, hingga meja untuk penandatanganan. Karena kegiatan mencakup beberapa upacara berbeda, termasuk pembukaan, api unggun, dan penutupan, seluruh perangkat harus dipastikan lengkap dan sesuai protokol.
Dalam pembahasan lagu upacara, disepakati bahwa Indonesia Raya, Mars Bawaslu, dan Himne Pramuka akan dinyanyikan pada pembukaan. Sementara pada penutupan, lagu “Syukur” akan menjadi penutup yang menandakan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan. Kehadiran musik dalam upacara menjadi bagian penting yang memperkuat nuansa kebangsaan dan kelembagaan.
Kegiatan api unggun juga menjadi sorotan khusus. Selain menyiapkan 12 oncor dan solar untuk penerangan, DKC mengoordinasikan penyebaran oncor untuk prosesi penyalaan. Upacara api unggun akan diisi amanat pembina upacara dan giat motivasi dari Ustadz Saeful Bahri, menjadikannya momentum penuh inspirasi bagi peserta.
Dengan penekanan pada simbol, protokol, dan perangkat upacara, Bawaslu dan DKC memastikan kegiatan Kemah Bakti berjalan khidmat, tertib, dan penuh makna. Kesiapan simbol tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai organisasi masing-masing. (desiana)