Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi Bawaslu dan KPU Magelang Wujudkan Pemutakhiran Data Pemilih yang Inklusif

BAWASLU

Kota Mungkid - Pelaksanaan Coktas Serentak yang dilakukan KPU Kabupaten Magelang, Rabu (15/10/2025) menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara KPU dan Bawaslu. Kegiatan yang difokuskan untuk memverifikasi data pemilih berusia di atas 100 tahun ini menunjukkan komitmen kedua lembaga untuk memastikan hak pilih warga tetap terjaga.

Bawaslu Kabupaten Magelang menurunkan seluruh jajarannya untuk melakukan pengawasan di lapangan. Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, turut memantau langsung tim Coktas di wilayah Kecamatan Candimulyo. Ia memastikan seluruh proses pencocokan data dilakukan sesuai dengan prinsip keakuratan dan keterbukaan informasi.

Kegiatan Coktas melibatkan enam tim dari KPU Kabupaten Magelang yang tersebar di tujuh kecamatan dan enam belas desa. Kegiatan ini difokuskan untuk memastikan bahwa data pemilih lanjut usia tidak menjadi data ganda atau invalid. “Kami ingin menjamin setiap pemilih, termasuk yang sudah berusia lanjut, tetap tercatat dengan benar,” jelas Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik.

Bawaslu dalam pelaksanaannya tidak hanya mengawasi prosedur administratif, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Petugas pengawas memastikan bahwa kegiatan Coktas berjalan tanpa tekanan dan tetap menghormati privasi para pemilih lanjut usia yang menjadi sasaran pendataan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menegaskan bahwa sinergi antara KPU dan Bawaslu menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. “Kami tidak hanya mengawasi, tetapi juga berkolaborasi agar setiap langkah KPU dapat berjalan sesuai prinsip akuntabilitas. Bawaslu hadir bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memastikan setiap warga mendapatkan hak pilihnya,” tegasnya.

Habib Shaleh juga menambahkan bahwa pengawasan Coktas menjadi bagian dari kerja berkelanjutan Bawaslu dalam mengawal tahapan pemutakhiran data pemilih. “Kami ingin memastikan bahwa data yang digunakan nanti benar-benar valid, karena data pemilih adalah dasar dari pemilu yang demokratis dan bermartabat,” ujarnya. (desiana)