Lompat ke isi utama

Berita

Habib: Dorong Program Kerja 2026 yang Profesional dan Berintegritas

BAWASLU

 Rapat Pembahasan Program Kerja Bawaslu Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2026, Rabu (7/01/2026).

Kota Mungkid - Rapat Pembahasan Program Kerja Bawaslu Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2026 menjadi ruang refleksi kinerja seluruh divisi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (7/01/2026) ini tidak hanya membahas rencana ke depan, tetapi juga menelaah pengalaman dan pembelajaran dari pelaksanaan tugas sebelumnya. Evaluasi menyeluruh dipandang penting agar program yang disusun lebih tepat sasaran. Dengan demikian, setiap tantangan dapat diantisipasi sejak awal.

Pembukaan rapat diawali dengan sambutan reflektif dari tiap divisi. Fauzan Rofiqun dari Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi menyampaikan bahwa refleksi menjadi sarana untuk memperbaiki mekanisme kerja. Ia menilai perlunya penguatan koordinasi lintas divisi dalam pengelolaan data dan penanganan pelanggaran. Ke depan, divisinya akan fokus pada sistem kerja yang lebih terukur dan transparan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik.

Divisi SDM dan Organisasi melalui Muhammad Hafidh menekankan evaluasi kinerja aparatur pengawas. Ia menyampaikan bahwa dinamika kerja pengawasan menuntut kesiapan mental dan kompetensi yang terus diperbarui. Oleh karena itu, program kerja 2026 diarahkan pada pengembangan kapasitas berkelanjutan. Hafidh menegaskan bahwa organisasi yang sehat lahir dari SDM yang unggul.

Chandra Yoga Kusuma dari Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa menggarisbawahi pentingnya refleksi dalam setiap penanganan perkara. Ia menyampaikan bahwa evaluasi putusan dan proses hukum sebelumnya menjadi bahan berharga untuk perbaikan. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan potensi sengketa dapat ditangani secara lebih efektif. Chandra juga menekankan pentingnya penguatan pemahaman regulasi bagi seluruh jajaran.

Sementara itu, Sumarni Aini Chabibah dari Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas menilai refleksi sebagai dasar inovasi program. Ia menyampaikan bahwa pendekatan pencegahan harus terus disesuaikan dengan perkembangan sosial masyarakat. Edukasi pengawasan perlu dikemas lebih kreatif dan inklusif. Hal ini menjadi fokus utama dalam program kerja divisinya di tahun 2026.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menyampaikan bahwa refleksi adalah bagian dari kedewasaan organisasi. Menurutnya, perencanaan yang baik harus berangkat dari kejujuran dalam menilai kinerja. “Rapat ini bukan sekadar menyusun agenda, tetapi memastikan setiap program benar-benar memberi dampak,” ujar Habib. Ia berharap seluruh divisi mampu menjadikan refleksi sebagai budaya kerja.

Penulis: desiana