Dorong Edukasi dan Partisipasi Publik, Bawaslu Kabupaten Magelang Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang terus mendorong penguatan edukasi dan partisipasi publik sebagai bagian dari strategi pengawasan partisipatif. Melalui Divisi Humas, berbagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan kepemiluan didukung secara aktif. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran dan fungsi Bawaslu. Edukasi publik menjadi kunci dalam menciptakan pengawasan Pemilu yang berintegritas dan berkelanjutan.
Divisi Humas Bawaslu Kabupaten Magelang turut berperan dalam mendukung kegiatan sosialisasi dan pendidikan pengawas partisipatif. Salah satu program yang didukung adalah kegiatan Bawaslu Goes to School yang menyasar pelajar sebagai pemilih pemula. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman dasar tentang demokrasi, Pemilu, dan pengawasan partisipatif. Pendekatan edukatif sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran berdemokrasi yang sehat.
Selain itu, Divisi Humas juga aktif melakukan publikasi terhadap kegiatan Relawan Aksi Jaga Demokrasi Magelang (SIGMA). Publikasi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan peran relawan pengawas kepada masyarakat luas. Dengan adanya publikasi yang berkelanjutan, kiprah relawan SIGMA dapat diketahui dan diapresiasi oleh publik. Hal ini sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan Pemilu.
Peran Divisi Humas juga terlihat dalam mendukung dan mempublikasikan kegiatan Saka Adhyasta Pemilu. Melalui kegiatan ini, generasi muda khususnya anggota Pramuka diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan demokrasi. Publikasi kegiatan Saka Adhyasta Pemilu dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda lainnya. Dengan demikian, nilai-nilai pengawasan partisipatif dapat ditanamkan secara berkelanjutan.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menyampaikan bahwa edukasi dan partisipasi publik merupakan pilar penting dalam pengawasan Pemilu. “Pengawasan yang kuat tidak hanya bergantung pada Bawaslu, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan Bawaslu Goes to School, SIGMA, dan Saka Adhyasta Pemilu menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kesadaran pengawasan sejak dini. Ia menilai peran humas sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi tersebut.
Lebih lanjut, Sumarni Aini Chabibah menyampaikan harapannya untuk tahun 2026 agar edukasi dan partisipasi publik semakin diperkuat. Ia berharap Divisi Humas dapat terus mengembangkan inovasi dalam mendukung kegiatan pendidikan pengawas partisipatif. “Tahun 2026 kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terlibat aktif dalam menjaga demokrasi,” ungkapnya. Dengan sinergi yang kuat antara edukasi, publikasi, dan partisipasi publik, Bawaslu Kabupaten Magelang optimistis pengawasan Pemilu yang partisipatif dan berintegritas dapat terus terwujud.
penulis: desiana