Dari Sekolah hingga Pesantren, Bawaslu Kabupaten Magelang Perkuat Edukasi Pemilu
|
Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat edukasi kepemiluan melalui program Bawaslu Goes to School sepanjang tahun 2025. Program ini menjadi salah satu strategi untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan Pemilu kepada generasi muda sejak dini. Melalui kegiatan ini, Bawaslu hadir langsung di lingkungan sekolah untuk memberikan pemahaman tentang peran dan fungsi pengawas Pemilu. Edukasi kepada pelajar dinilai penting dalam membangun budaya pengawasan partisipatif yang berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, Bawaslu Kabupaten Magelang telah melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School di sebanyak lima sekolah. Dari lima sekolah tersebut, terdapat satu sekolah berbasis pesantren, yaitu MA Yajri Payaman, Kecamatan Secang, yang seluruh siswanya tinggal di pondok pesantren. Kegiatan di MA Yajri Payaman dilaksanakan pada 16 September 2025 dan mendapat antusiasme tinggi dari para santri. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi pengawasan Pemilu juga dapat diterima dengan baik di lingkungan pesantren.
Empat sekolah lainnya yang menjadi sasaran program Bawaslu Goes to School berasal dari jenjang dan wilayah yang berbeda di Kabupaten Magelang. Kegiatan pertama dilaksanakan di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran pada 31 Juli 2025. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri Kota Mungkid pada 21 Agustus 2025. Program ini juga menyasar SMA Negeri 1 Ngluwar pada 2 September 2025 serta SMA Muhammadiyah Salaman pada 23 September 2025.
Dalam setiap pelaksanaan Bawaslu Goes to School, tidak hanya dilakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepemiluan. Bawaslu Kabupaten Magelang juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan masing-masing sekolah. Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama berkelanjutan dalam pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif. Dengan adanya MoU, diharapkan sekolah dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyebarkan nilai-nilai pengawasan Pemilu.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menyampaikan bahwa program Bawaslu Goes to School memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan pelajar. “Pelajar merupakan pemilih pemula yang perlu dibekali pemahaman tentang Pemilu dan pengawasan sejak dini,” ujarnya. Ia menilai keterlibatan sekolah, termasuk pesantren, menunjukkan bahwa edukasi pengawasan dapat menjangkau berbagai latar belakang pendidikan. Menurutnya, kerja sama melalui MoU menjadi langkah strategis untuk keberlanjutan program.
Lebih lanjut, Sumarni Aini Chabibah menyampaikan harapannya untuk tahun 2026. Ia berharap jumlah sekolah yang bekerja sama dengan Bawaslu Kabupaten Magelang dapat terus bertambah. “Tahun 2026 kami berharap semakin banyak sekolah yang menjalin kerja sama dengan Bawaslu agar edukasi pengawasan Pemilu dapat menjangkau lebih luas,” ungkapnya. Dengan perluasan kerja sama tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang optimistis dapat menumbuhkan generasi muda yang sadar demokrasi dan berperan aktif dalam menjaga integritas Pemilu.
penulis: desiana