Lompat ke isi utama

Berita

Dari Perempuan untuk Demokrasi: Menguatkan Kepemimpinan yang Inklusif

BAWASLU

Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang terus mendorong penguatan kualitas demokrasi melalui peningkatan peran dan kepemimpinan perempuan di berbagai sektor kehidupan publik. Kepemimpinan perempuan dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif, adil, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Nilai-nilai partisipatif, empati, serta kepekaan sosial yang kuat menjadi modal penting dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan publik perlu terus diperluas dan diperkuat. Upaya ini sejalan dengan komitmen Bawaslu dalam menjaga demokrasi yang berintegritas.

Perempuan memiliki peran sentral dalam mendorong praktik demokrasi yang sehat, khususnya dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu. Kehadiran perempuan sebagai pemimpin maupun pengawas pemilu diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang lebih berimbang. Demokrasi yang berkualitas tidak hanya diukur dari prosedur, tetapi juga dari sejauh mana seluruh kelompok masyarakat dapat berpartisipasi secara setara. Bawaslu Kabupaten Magelang memandang bahwa kepemimpinan perempuan adalah bagian penting dari penguatan partisipasi masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi bentuk afirmasi terhadap kesetaraan gender dalam kehidupan demokrasi.

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas demokrasi. “Perempuan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, terutama dalam membangun demokrasi yang inklusif dan berkeadilan. Ketika perempuan dilibatkan secara aktif, maka proses demokrasi akan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perempuan juga berperan penting dalam membangun budaya politik yang bersih dan berintegritas. Menurutnya, penguatan peran perempuan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan politik dan ruang partisipasi yang setara.

Bawaslu Kabupaten Magelang secara konsisten mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui berbagai program pencegahan dan partisipasi masyarakat. Kegiatan sosialisasi, pendidikan politik, hingga konsolidasi demokrasi menjadi sarana untuk memperkuat peran perempuan dalam pengawasan pemilu. Dengan meningkatnya keterlibatan perempuan, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang jujur dan adil juga semakin tumbuh. Perempuan tidak hanya menjadi objek demokrasi, tetapi juga subjek yang aktif dan berdaya. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi ke depan.

Melalui penguatan kepemimpinan perempuan, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap tercipta demokrasi yang lebih berkualitas dan berintegritas. Kolaborasi antara perempuan dan laki-laki dalam kepemimpinan menjadi kunci terciptanya tata kelola demokrasi yang sehat. Bawaslu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung peran perempuan dalam ruang publik. Dukungan ini tidak hanya memperkuat demokrasi, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap nilai keadilan dan kesetaraan. Dengan demikian, demokrasi yang inklusif dapat terwujud secara nyata di Kabupaten Magelang.

penulis: desiana