Belajar dari Wilayah Perbatasan, Bawaslu Kabupaten Magelang Ikuti Zoom Literasi Pengawasan Bawaslu Jateng
|
Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang mengikuti kegiatan Zoom Literasi Pojok Pengawasan Volume 8 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Hambatan dan Tantangan Pengawasan Pemilu di Wilayah Perbatasan” sebagai upaya memperkuat kapasitas pengawasan pemilu yang berintegritas dan kontekstual sesuai karakteristik wilayah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa wilayah perbatasan memiliki karakteristik pengawasan yang lebih kompleks dan rentan terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu, mulai dari mobilisasi pemilih, permasalahan daftar pemilih, politik uang, hingga keterbatasan sumber daya manusia pengawas. Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu, wilayah perbatasan bahkan kerap masuk dalam kategori kerawanan sedang hingga tinggi.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq, dalam pengantar diskusi menyampaikan bahwa selama ini fokus pengawasan cenderung terpusat di wilayah perkotaan. Sementara itu, wilayah perbatasan sering luput dari prioritas pengawasan. Melalui forum ini, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mendorong adanya penguatan literasi pengawasan, berbagi praktik baik antar daerah, serta penyusunan strategi pengawasan yang lebih kontekstual.
Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Koordinator Divisi P2H Bawaslu Kabupaten Cilacap, Ujang Taufik, dan Koordinator Divisi P2H Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Yosef Harry Suryadi. Keduanya memaparkan pengalaman lapangan dalam melakukan pengawasan di wilayah perbatasan, baik antarprovinsi maupun perbatasan negara. Tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, hingga potensi politik uang dan disinformasi menjadi isu utama yang dibahas dalam forum tersebut.
Menanggapi materi yang disampaikan, Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menilai kegiatan Literasi Pojok Pengawasan ini sangat penting sebagai sarana peningkatan kapasitas pengawas pemilu. Menurutnya, meskipun Kabupaten Magelang tidak berbatasan langsung dengan negara lain, pembelajaran dari wilayah perbatasan tetap relevan untuk memperkuat kesiapsiagaan pengawasan.
“Forum ini membuka wawasan kita bahwa pengawasan pemilu membutuhkan strategi yang adaptif terhadap kondisi wilayah. Praktik baik dari Cilacap dan Kalimantan Barat bisa menjadi referensi penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan pencegahan pelanggaran sejak dini,” ujar Sumarni.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia pengawas, pendekatan kultural, serta koordinasi lintas wilayah merupakan kunci dalam menghadapi potensi kerawanan pemilu. Kehadiran forum diskusi semacam ini, lanjutnya, menjadi ruang belajar bersama untuk memperkaya perspektif pengawasan di daerah.
Melalui keikutsertaan dalam Zoom Literasi Pojok Pengawasan Vol. 8 ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan pemilu dengan mengedepankan pencegahan, partisipasi masyarakat, dan penguatan literasi pengawasan. Forum ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah berbagi pengalaman dan inovasi pengawasan demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
penulis: desiana