Bawaslu Magelang Libatkan Tokoh Masyarakat dalam Konsolidasi Demokrasi Desa APU
|
Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang menggelar rapat Diskusi Konsolidasi Demokrasi pada Senin, 19 Januari 2026. Rapat ini membahas secara khusus teknis pelaksanaan kegiatan konsolidasi di desa-desa APU. Salah satu fokus utama adalah pelibatan tokoh masyarakat secara langsung. Kegiatan ini dirancang sebagai forum dialog terbuka dan partisipatif. Tokoh masyarakat dipandang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menjelaskan skema pelaksanaan kegiatan konsolidasi. Setiap kegiatan akan menyasar dua desa APU dan satu tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut akan didampingi oleh satu pimpinan Bawaslu. Setiap tim pelaksana terdiri dari lima orang. Skema ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, dilakukan profiling wilayah secara mendalam. Profiling melibatkan koordinasi dengan Panwascam dan PKD setempat. Selain itu, data pendukung juga ditelusuri melalui browsing dan sumber lain. Seluruh data kemudian diklasifikasikan berdasarkan kecamatan. Langkah ini bertujuan agar materi konsolidasi sesuai dengan karakteristik wilayah.
Arahan dari Anggota Bawaslu kabupaten Magelang, Chandra Yoga Kusuma, menegaskan bahwa staf diperbolehkan ikut berbicara dalam forum. Hal ini bertujuan untuk memperkaya sudut pandang diskusi. Forum konsolidasi juga menjadi wadah menampung usulan masyarakat. Usulan-usulan positif akan dimasukkan dalam laporan kegiatan. Pembagian lokasi kegiatan juga perlu dilakukan secara adil dan proporsional.
Melalui konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap terjalin komunikasi dua arah dengan masyarakat. Program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga partisipatif. Keterlibatan tokoh masyarakat diharapkan memperkuat pesan anti politik uang. Dengan pendekatan dialogis, nilai-nilai demokrasi dapat lebih mudah diterima. Bawaslu berkomitmen menjadikan desa sebagai basis utama penguatan demokrasi.
penulis: desiana