Bawaslu Magelang Dorong Peran Perempuan dalam Penguatan Demokrasi
|
Kota Mungkid - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmennya dalam membangun demokrasi yang adil, berintegritas, dan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui kampanye edukatif bertema Peran Strategis Kepemimpinan Perempuan yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam sistem demokrasi. Kepemimpinan perempuan dipandang bukan sekadar sebagai representasi, tetapi sebagai fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan keterlibatan aktif perempuan, proses pengambilan kebijakan menjadi lebih seimbang dan berkeadilan.
Kampanye ini menggarisbawahi bahwa kepemimpinan perempuan membawa perspektif moral, etika, dan keberpihakan pada kepentingan publik. Bawaslu Kabupaten Magelang menilai bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam pengawasan pemilu. Kehadiran perempuan dalam ruang-ruang kepemimpinan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Hal ini sekaligus mendorong terciptanya iklim pemilu yang lebih bersih dan transparan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menegaskan bahwa peran perempuan dalam demokrasi harus terus diperkuat dan difasilitasi. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki kontribusi nyata dalam menciptakan sistem yang lebih inklusif. “Kepemimpinan perempuan bukan hanya soal keterwakilan, tetapi tentang bagaimana nilai keadilan dan integritas diwujudkan dalam setiap kebijakan dan pengawasan pemilu,” ujar Muhammad Habib Shaleh. Menurutnya, Bawaslu berkomitmen untuk terus mendukung penguatan peran tersebut.
Habib Shaleh menambahkan bahwa demokrasi yang sehat memerlukan keberagaman perspektif dalam kepemimpinan. Ia menilai bahwa perempuan sering kali membawa pendekatan yang lebih dialogis, empatik, dan berorientasi pada kepentingan bersama. “Itulah sebabnya kami mendorong agar ruang partisipasi dan kepemimpinan perempuan semakin terbuka,” katanya. Pendekatan ini diyakini akan memperkuat kualitas pengawasan dan penegakan keadilan pemilu.
Bawaslu Kabupaten Magelang juga terus mengajak masyarakat untuk mendukung dan menghargai peran perempuan dalam politik dan pengawasan pemilu. Dukungan publik menjadi faktor penting agar perempuan dapat berkontribusi secara maksimal. Dengan keterlibatan masyarakat yang luas, penguatan demokrasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Sinergi antara Bawaslu, perempuan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga demokrasi yang bermartabat.
Habib Shaleh menyampaikan harapan agar kepemimpinan perempuan semakin menguat dalam setiap aspek demokrasi. Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani tampil dan mengambil peran strategis dalam proses politik dan pengawasan pemilu. “Kami berharap tahun 2026 ini menjadi momentum lahirnya kepemimpinan perempuan yang lebih kuat, sehingga demokrasi di Kabupaten Magelang semakin adil, berintegritas, dan inklusif,” ujarnya. Dengan komitmen bersama, Bawaslu optimistis cita-cita tersebut dapat terwujud.
penulis: desiana