Bawaslu Magelang Bangun Kolaborasi Desa Anti Politik Uang di Ngargoretno
|
Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang terus memperkuat konsolidasi demokrasi melalui kegiatan sambang desa di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengawasan partisipatif di luar tahapan pemilu yang difokuskan pada desa-desa berstatus Desa Anti Politik Uang. Pendekatan dialogis dipilih untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah desa. Hal ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga integritas pemilu.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, hadir langsung bersama jajaran staf dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Bawaslu disambut oleh Kepala Desa Ngargoretno, Dodik Suseno, beserta perangkat desa. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi. Dialog yang terbangun memberikan ruang pertukaran informasi secara konstruktif.
Dalam pembahasan, Bawaslu menekankan pentingnya peran desa dalam mencegah praktik politik uang. Desa Ngargoretno sebagai Desa Anti Politik Uang memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga integritas demokrasi. Bawaslu mendorong agar komitmen tersebut terus diperkuat melalui edukasi dan pengawasan bersama. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Selain itu, isu pemutakhiran data pemilih berkelanjutan menjadi perhatian utama. Bawaslu meminta dukungan pemerintah desa dalam menyediakan data yang akurat, khususnya terkait warga meninggal dunia dan pindah domisili. Data tersebut sangat penting dalam menjaga kualitas daftar pemilih. Proses verifikasi di tingkat desa menjadi langkah krusial.
Sumarni Aini Chabibah menegaskan bahwa sinergi antara Bawaslu dan pemerintah desa harus terus diperkuat. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan koordinasi yang solid, potensi pelanggaran dapat diminimalisir. Hal ini menjadi fondasi bagi terwujudnya pemilu yang berintegritas.
penulis: makmun
editor: desiana