Bawaslu Kabupaten Magelang Tegaskan Nilai Keadilan dan Integritas dalam Pengawasan Demokrasi
|
Kota Mungkid - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang terus meneguhkan komitmennya dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penguatan nilai keadilan dan integritas. Pesan ini disampaikan melalui kampanye edukatif bertajuk Nilai Keadilan dan Integritas yang menekankan pentingnya kepemimpinan beretika dan bermoral dalam setiap proses demokrasi. Nilai tersebut menjadi landasan utama dalam setiap tindakan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu. Dengan prinsip tersebut, Bawaslu berupaya memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berjalan secara adil dan berimbang.
Kampanye ini juga menyoroti pentingnya peran kepemimpinan perempuan yang berakar pada nilai moral, etika, dan integritas. Bawaslu Kabupaten Magelang memandang bahwa gaya kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi sangat dibutuhkan dalam tata kelola demokrasi. Pendekatan tersebut mampu mendorong terciptanya iklim pemilu yang lebih bersih dan transparan. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menegaskan bahwa nilai keadilan dan integritas tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa seluruh jajaran Bawaslu dituntut untuk bekerja secara jujur, objektif, dan bertanggung jawab. “Kami berkomitmen untuk menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau kelompok, karena itulah esensi dari pengawasan yang berintegritas,” ujar Muhammad Habib Shaleh. Menurutnya, keadilan dalam setiap keputusan akan menjadi kunci utama dalam menjaga marwah demokrasi.
Lebih lanjut, Habib Shaleh menyampaikan bahwa kepemimpinan yang berlandaskan etika akan melahirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ia menilai bahwa pengawas pemilu harus mampu menjadi teladan dalam bersikap dan bertindak. “Integritas adalah modal utama kami dalam bekerja, dan tanpa itu kepercayaan masyarakat akan mudah runtuh,” katanya. Oleh karena itu, Bawaslu terus memperkuat budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada kepentingan umum.
Bawaslu Kabupaten Magelang juga aktif mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif. Melalui pelibatan publik, potensi pelanggaran pemilu dapat dicegah lebih dini dan ditangani secara lebih efektif. Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi. Kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan pemilu yang berkeadilan.
Habib Shaleh menyampaikan harapan besar agar nilai keadilan dan integritas semakin mengakar dalam setiap proses demokrasi. Ia berharap ke depan Bawaslu dan masyarakat dapat berjalan lebih seiring dalam menjaga kualitas pemilu. “Kami berharap tahun 2026 ini menjadi momentum penguatan integritas dan keadilan, sehingga demokrasi di Kabupaten Magelang semakin dipercaya dan dihormati,” ujarnya. Dengan komitmen bersama, Bawaslu optimistis dapat terus mengawal pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
penulis: desiana