Bawaslu Kabupaten Magelang Matangkan Strategi Konsolidasi Demokrasi Berbasis Desa
|
Kota Mungkid - Bawaslu Kabupaten Magelang menggelar rapat Diskusi Konsolidasi Demokrasi pada Senin, 19 Januari 2026. Rapat ini dihadiri oleh pimpinan Bawaslu dan jajaran sekretariat sebagai langkah awal pemantapan program konsolidasi demokrasi. Agenda utama rapat membahas rencana serta teknis pelaksanaan kegiatan konsolidasi demokrasi ke depan. Program ini dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan di luar tahapan pemilu. Fokus utamanya adalah penguatan kesadaran demokrasi di tingkat desa.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, dalam arahannya menyampaikan bahwa setiap pimpinan mendapatkan jatah melaksanakan tiga kali kegiatan forum konsolidasi setiap bulan. Kegiatan tersebut wajib didukung dengan laporan kegiatan yang dimulai sejak 15 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, Bawaslu akan bekerja sama dengan KPU dan PDPB sebagai mitra strategis. Setiap tim pelaksana akan terdiri dari lima orang. Pembagian tugas dan tanggung jawab dilakukan secara proporsional dan terencana.
Penentuan lokasi kegiatan diprioritaskan pada 48 desa Anti Politik Uang (APU). Skema pelaksanaan dirancang dengan mendatangi dua desa APU dan satu tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan. Setiap kegiatan akan didampingi langsung oleh satu pimpinan Bawaslu. Sebelum diskusi dilaksanakan, wajib dilakukan profiling wilayah secara menyeluruh. Profiling dilakukan melalui koordinasi dengan Panwascam, PKD, serta penelusuran data pendukung.
Data hasil profiling kemudian dikumpulkan dan dikelompokkan berdasarkan kecamatan. Output kegiatan diarahkan untuk mendukung program bersama antara Bawaslu, KPU, dan PDPB. Salah satu bentuk output yang direncanakan adalah edukasi bagi pemilih baru. Selain itu, setiap tim diwajibkan menyusun jadwal kegiatan secara rinci. Jadwal tersebut meliputi waktu keberangkatan dan tema pembahasan yang akan disampaikan.
Masing-masing divisi juga diminta menyusun outline materi konsolidasi. Outline tersebut nantinya diringkas dan dijadikan satu flyer sebagai bahan sosialisasi. Rapat ini menjadi pijakan awal yang penting dalam menyusun langkah strategis konsolidasi demokrasi. Bawaslu Kabupaten Magelang berkomitmen menjalankan program ini secara terukur dan berkelanjutan. Melalui konsolidasi demokrasi, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pemilu berintegritas semakin meningkat.
penulis: desiana