Bawaslu Kabupaten Magelang Dukung Penguatan Kader Demokrasi melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026
|
Kota Mungkid — Upaya memperkuat kualitas demokrasi terus dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Magelang melalui keikutsertaan dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempersiapkan kader pengawas partisipatif menuju Pemilu 2029.
Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Sebanyak 1.400 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti kegiatan ini dengan sasaran utama pemilih pemula dan anggota Gerakan Pramuka yang dinilai memiliki potensi besar sebagai agen perubahan demokrasi.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, S. Budi Prayitno, menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam mendukung pengawasan partisipatif pemilu. Menurutnya, pendidikan demokrasi perlu terus diperkuat agar generasi muda tidak hanya memahami proses pemilu, tetapi juga mampu menjaga integritas demokrasi.
Dalam keynote speech-nya, Lolly Suhenty menegaskan bahwa kader pengawas partisipatif harus mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dan memanfaatkan teknologi informasi untuk menyebarluaskan edukasi demokrasi serta menangkal disinformasi di ruang digital.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa P2P tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga wadah pembentukan kader pengawas partisipatif yang militan, berkelanjutan, dan mampu bergerak aktif di lingkungan masyarakat.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menilai bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi langkah strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di kalangan generasi muda.
“Kami melihat antusiasme peserta sangat baik dalam mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif ini. Generasi muda memiliki energi besar untuk menjadi pelopor pengawasan partisipatif dan menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di tengah masyarakat,” ungkap Sumarni Aini Chabibah.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap semangat pengawasan partisipatif dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kualitas demokrasi dan mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat.
penulis: desiana