Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Kesadaran Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu dan KPU Kabupaten Magelang Dorong Pendidikan Politik Berkelanjutan

BAWASLU

Kota Mungkid- Audiensi antara Bawaslu dan KPU Kabupaten Magelang pada Senin (12/1/2026) menyoroti pentingnya pendidikan politik berkelanjutan, khususnya bagi pemilih pemula. Pendidikan demokrasi dinilai tidak hanya relevan saat tahapan Pemilu, tetapi harus dilakukan secara konsisten di masa non-tahapan. Melalui pendekatan edukatif, kedua lembaga berupaya meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat. Sinergi program menjadi strategi utama yang disepakati.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menyampaikan bahwa Bawaslu telah menjalankan berbagai program pendidikan politik. Di antaranya Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Mertoyudan dan SMA Negeri 1 Muntilan, serta kelas demokrasi di perguruan tinggi. “Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa demokrasi bukan sekadar mencoblos, tetapi proses yang harus dijaga bersama,” ungkapnya. Program tersebut juga menjadi ruang pengenalan tugas dan fungsi pengawasan Pemilu.

Dari sisi KPU, Anggota KPU Yohanes Bagyo Harsono memaparkan rencana pengembangan program Pilketos sebagai miniatur Pemilu. Menurutnya, Pilketos dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang konkret bagi pelajar. “Kalau belum bisa serentak, kita bisa mulai dari pilot project di beberapa sekolah,” jelasnya. KPU juga membuka peluang adaptasi modul Pilketos dari daerah lain yang telah lebih dulu berjalan.

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Fauzan Rofiqun, menilai program Pilketos sangat strategis untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Ia menekankan bahwa pemahaman aturan oleh peserta Pemilu, termasuk partai politik dan pemilih pemula, akan meringankan tugas pengawasan. “Jika sejak awal sudah paham regulasi, maka potensi pelanggaran bisa ditekan,” ujarnya. Kedua lembaga sepakat bahwa pendidikan politik merupakan investasi jangka panjang demokrasi.

penulis: desiana