Lompat ke isi utama

Berita

Aini: Amar Makruf Nahi Mungkar Jadi Spirit Pencegahan Pelanggaran Pemilu

Penetapan DCT

Kota Mungkid – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Magelang kembali menghadirkan program Ngabuburit Pengawasan yang disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Kabupaten Magelang. Program ini menjadi ruang diskusi santai namun bermakna untuk meningkatkan literasi pengawasan pemilu kepada masyarakat. Pada episode kali ini, diskusi diisi oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah. Tema yang diangkat adalah “Pencegahan Pelanggaran: Amar Makruf Nahi Mungkar”.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan menjadi salah satu inovasi Bawaslu Kabupaten Magelang dalam menyampaikan edukasi kepemiluan kepada masyarakat. Melalui format perbincangan ringan menjelang waktu berbuka puasa, Bawaslu berupaya mendekatkan nilai-nilai demokrasi kepada publik. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif. Dengan demikian, masyarakat dapat turut serta menjaga kualitas demokrasi.

Dalam pemaparannya, Sumarni Aini Chabibah menekankan bahwa konsep amar makruf nahi mungkar sangat relevan dengan tugas pengawasan pemilu. Menurutnya, pengawasan pemilu pada dasarnya adalah upaya menegakkan kebaikan sekaligus mencegah berbagai bentuk pelanggaran. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan moral dalam menjaga proses demokrasi tetap berjalan sesuai aturan. Oleh karena itu, pengawasan tidak hanya menjadi tugas lembaga, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat.

Aini menjelaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu di lingkungan sekitarnya. Partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan cara melaporkan potensi pelanggaran dan menolak praktik-praktik yang merusak integritas pemilu. Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika semua pihak menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keadilan. Kesadaran kolektif tersebut menjadi kunci dalam membangun demokrasi yang bermartabat.

“Konsep amar makruf nahi mungkar sejalan dengan semangat pengawasan pemilu. Kita diajak untuk menegakkan kebaikan serta mencegah keburukan, termasuk dalam proses demokrasi. Jika masyarakat berani menolak pelanggaran dan berperan aktif dalam pengawasan, maka pemilu yang jujur dan adil dapat terwujud,” ujar Aini. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan sebagai refleksi untuk memperkuat komitmen menjaga demokrasi.

Melalui program Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga integritas pemilu. Edukasi yang disampaikan tidak hanya sebatas aturan kepemiluan, tetapi juga nilai moral yang mendasari praktik demokrasi. Dengan pendekatan yang ringan dan komunikatif, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Bawaslu pun terus berkomitmen menghadirkan ruang diskusi yang mendorong partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.

penulis: desiana