Lompat ke isi utama

Berita

Sambang Desa Jadi Strategi Bawaslu Magelang Perkuat Demokrasi Akar Rumput

Penetapan DCT

Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang menjadikan kegiatan sambang desa sebagai strategi utama dalam memperkuat demokrasi di tingkat akar rumput. Hal ini terlihat dalam kegiatan yang dilaksanakan di Desa Donomulyo pada Senin (13/04/2026). Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Hafidh, hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi demokrasi. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang dialog antara Bawaslu dan masyarakat. Suasana berlangsung hangat dan komunikatif.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat desa dan masyarakat. Arif sebagai perwakilan pemerintah desa menyampaikan apresiasi. Ia menilai bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar. Desa Donomulyo telah berkomitmen sebagai Desa Anti Politik Uang. Namun, tantangan dalam mempertahankannya tetap ada. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak diperlukan.

Dalam kegiatan ini, Bawaslu menegaskan pentingnya pendekatan langsung. Sambang desa dinilai mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. Selain itu, metode ini juga efektif dalam menyampaikan edukasi. Masyarakat dapat memahami secara langsung. Hal ini menjadi keunggulan pendekatan tersebut. Dengan demikian, kesadaran meningkat.

Muhammad Hafidh menyampaikan bahwa demokrasi harus dijaga bersama. Ia menegaskan bahwa politik uang merupakan ancaman serius. “Kami ingin masyarakat menjadi garda terdepan dalam menolak politik uang,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya tugas Bawaslu. Masyarakat memiliki peran penting.

Melalui kegiatan ini, diharapkan demokrasi semakin kuat. Bawaslu Kabupaten Magelang terus mendorong partisipasi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi. Pendekatan langsung menjadi strategi utama. Upaya ini diharapkan memberikan dampak nyata.

penulis: desiana