Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi Bawaslu dan Pesantren Untuk Perkuat Demokrasi

Penetapan DCT

Kota Mungkid — Kolaborasi antara Bawaslu Kabupaten Magelang dan Pondok Pesantren Nurul Hasan menjadi langkah strategis dalam penguatan demokrasi. Kegiatan Bawaslu Goes to Pesantren diikuti oleh ratusan santri. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu demokrasi. Pengasuh pesantren menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini sangat penting, Rabu (22/04/2026).

Kegiatan dibuka oleh Fauzan Rofiqun. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan demokrasi. Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri. Perlu dukungan dari berbagai pihak. Pesantren menjadi mitra strategis.

Materi disampaikan oleh Sumarni Aini Chabibah. Ia menjelaskan pentingnya pengawasan partisipatif. Santri diajak untuk turut berperan dalam demokrasi. Peran ini sangat penting dalam menjaga integritas pemilu. Generasi muda memiliki potensi besar.

Pesantren menjadi ruang pembelajaran demokrasi. Nilai-nilai keadilan dan toleransi menjadi dasar. Santri diharapkan mampu menginternalisasi nilai tersebut. Demokrasi membutuhkan generasi berintegritas. Hal ini menjadi tujuan utama kegiatan.

Diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Santri menunjukkan ketertarikan tinggi. Bawaslu berharap kolaborasi ini terus berlanjut. Penguatan demokrasi harus dilakukan bersama. Pesantren menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

penulis: desiana