Pramuka Jadi Garda Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Magelang Kenalkan Saka Adhyasta Pemilu kepada Pelajar
|
Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang terus memperkuat budaya pengawasan partisipatif dengan menyasar kalangan pelajar melalui kegiatan kepramukaan. Upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan materi Pengawas Pemilu Partisipatif dalam kegiatan Pramuka Blok di SMAN 1 Ngluwar, Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, dan kepedulian terhadap proses pemilu sejak usia sekolah. Melalui pendekatan edukatif, para peserta diajak memahami bahwa demokrasi yang berkualitas memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengenalan mengenai Saka Adhyasta Pemilu sebagai satuan karya Pramuka yang dibentuk untuk mendukung pendidikan kepemiluan dan pengawasan partisipatif. Materi yang disampaikan tidak hanya mengenalkan struktur dan tujuan Saka Adhyasta Pemilu, tetapi juga membangun pemahaman mengenai pentingnya menjaga nilai kejujuran, keadilan, dan integritas dalam setiap proses demokrasi. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan berbagi pandangan mengenai peran anak muda dalam mengawal demokrasi. Kegiatan berlangsung interaktif sehingga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami pengawasan pemilu secara lebih dekat.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Hafidh, hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai kelembagaan Bawaslu. Ia menjelaskan tugas, fungsi, kewenangan, serta peran strategis Bawaslu dalam melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu maupun pemilihan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memahami proses pengawasan, maka semakin kuat pula upaya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu.
Muhammad Hafidh mengatakan bahwa Saka Adhyasta Pemilu merupakan ruang pembelajaran yang dirancang untuk membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kehidupan demokrasi. Menurutnya, anggota Pramuka memiliki karakter disiplin, mandiri, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya sehingga sangat potensial menjadi pelopor pengawasan partisipatif. Ia menambahkan bahwa pembinaan melalui kegiatan kepramukaan menjadi salah satu strategi efektif dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Dengan demikian, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami teori demokrasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.
"Saka Adhyasta Pemilu kami hadirkan sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi Bawaslu. Harapannya, adik-adik Pramuka tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kesadaran bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas penyelenggara pemilu," ujar Muhammad Hafidh.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap semakin banyak pelajar yang mengenal Saka Adhyasta Pemilu dan terdorong untuk bergabung sebagai bagian dari gerakan pengawasan partisipatif. Kolaborasi antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka diharapkan mampu menciptakan ruang pembelajaran demokrasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan keterlibatan generasi muda sejak dini, budaya pengawasan partisipatif akan semakin kuat dan mampu menjadi fondasi dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Kabupaten Magelang. Bawaslu Kabupaten Magelang juga berkomitmen untuk terus memperluas edukasi kepemiluan kepada berbagai kalangan sebagai bagian dari penguatan demokrasi yang inklusif dan partisipatif.
penulis: desiana