Lompat ke isi utama

Berita

P2P Saka Adhyasta Pemilu Perkuat Semangat Pengawasan Partisipatif Pemuda

Pemilu 2024

Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang kembali menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Saka Adhyasta Pemilu bersama pemuda Pramuka Tunas Bangsa, Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun kesadaran demokrasi dan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas pemilu melalui keterlibatan aktif masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dengan diskusi yang interaktif dan edukatif.

Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang yakni Sumarni Aini Chabibah, Chandara Yoga Kusuma, dan Fauzan Rofiqun. Ketiganya menyampaikan materi mengenai pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran pemilu, serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi yang sehat. Peserta juga diajak memahami tantangan demokrasi di era digital yang membutuhkan kepedulian bersama. Melalui pendekatan dialogis, peserta tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Sumarni Aini Chabibah menyampaikan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, pendidikan pengawasan partisipatif harus terus diperkuat agar pemuda memiliki keberanian dan kepedulian terhadap proses pemilu. Ia menegaskan bahwa demokrasi yang baik tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, peran pemuda menjadi sangat penting dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil.

Sementara itu, Fauzan Rofiqun menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap demokrasi. Ia menilai generasi muda memiliki energi besar untuk membangun budaya politik yang sehat dan bertanggung jawab. Menurut Fauzan, keterlibatan pemuda akan memperkuat pengawasan sosial terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu. Dengan demikian, demokrasi dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, Chandara Yoga Kusuma mengajak peserta untuk menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing. Ia berharap para peserta mampu menanamkan nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat. Chandra menilai kegiatan P2P menjadi langkah penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat sejak usia muda. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menjaga kualitas demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang Muhammad Habib Shaleh menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi bagi generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai penerus demokrasi bangsa yang harus dibekali pemahaman pengawasan partisipatif sejak dini. Ia berharap kolaborasi antara Bawaslu dan organisasi kepemudaan dapat terus diperkuat untuk membangun demokrasi yang lebih berkualitas. Habib juga menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

penulis: desiana