Lompat ke isi utama

Berita

Menanam Benih Pengawas Demokrasi, Bawaslu Magelang Gandeng Pramuka Siapkan Kader Pemilu 2029

cdm

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh mengalungkan tanda peserta kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Selasa (9/6/2026).

KOTA MUNGKID – Bawaslu Kabupaten Magelang mulai menyiapkan generasi muda sebagai pengawal demokrasi melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026. Mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu dan Pemilihan 2029 yang Bermartabat”, kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Bina Karya, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Selasa (9/6/2026), dengan menggandeng Gerakan Pramuka Saka Adhyasta Pemilu.

Kegiatan ini diikuti 40 pelajar berprestasi yang merupakan delegasi dari empat sekolah di Kabupaten Magelang, yakni SMAN 1 Kota Mungkid, SMAN 1 Ngablak, SMAN 1 Muntilan, dan SMA Muhammadiyah Salaman. Masing-masing sekolah mengirimkan 10 peserta untuk mengikuti pembekalan mengenai kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta penguatan karakter sebagai generasi penerus demokrasi.

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Magelang, Bambang Agus Setiyawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan P2P Tahun 2026 merupakan tindak lanjut dari Surat Ketua Bawaslu RI Nomor B-375/PM.04/K1/08/2025 serta didukung oleh anggaran APBN Tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu strategi Bawaslu dalam memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“P2P bertujuan mewujudkan kemandirian pengawasan pemilu berbasis masyarakat, meningkatkan keterampilan teknis anggota Pramuka dalam melakukan pengawasan tahapan pemilu, serta membangun karakter dan wawasan kepemiluan. Kami berharap lahir kader pengawas partisipatif yang memiliki kepedulian dan komitmen menjaga demokrasi,” ujar Bambang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menyampaikan bahwa P2P merupakan transformasi dari program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang sebelumnya telah berjalan sejak masa pandemi Covid-19. Melalui program tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang telah melahirkan ratusan alumni yang aktif berkontribusi dalam penguatan pengawasan partisipatif melalui berbagai forum diskusi dan kegiatan literasi demokrasi.

“Adik-adik peserta jangan berhenti hanya pada kegiatan pelatihan dan sertifikat. Kader pengawas partisipatif harus mampu berfungsi, bergerak, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pengawasan pemilu membutuhkan generasi muda yang kritis dan memiliki kepedulian terhadap demokrasi,” tegas Habib.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mampu memahami konsep pengawasan secara kritis dan menghubungkannya dengan kondisi di lapangan. Ke depan, Bawaslu Kabupaten Magelang akan terus memberikan ruang pembinaan melalui kegiatan rutin, penguatan kemampuan komunikasi publik, pembuatan konten edukasi demokrasi, hingga pelatihan penulisan berita.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, pemilu menjadi salah satu instrumen resmi dalam menghadirkan perubahan sosial melalui proses yang demokratis.

“Generasi muda memiliki posisi strategis dalam pemilu mendatang. Di Jawa Tengah, jumlah pemilih mencapai sekitar 29,7 juta jiwa dan hampir separuhnya berasal dari kalangan pemilih pemula. Karena itu, anggota Pramuka menjadi sasaran penting karena memiliki nilai kerelawanan, kemandirian, dan semangat pengabdian,” kata Nur Kholiq.

Ia menjelaskan bahwa filosofi Ruang Bina Karya juga memiliki makna mendalam dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, “bina” memiliki arti membangun dan membentuk, sedangkan “karya” berarti menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Pada Hari Arsip Internasional yang bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan, para peserta dinilai sedang menciptakan catatan penting dalam perjalanan demokrasi.

“Apa yang dilakukan hari ini akan menjadi arsip kehidupan bagi diri sendiri sekaligus menjadi bagian dari sejarah perkembangan demokrasi dan Gerakan Pramuka di Kabupaten Magelang,” ungkapnya.

Nur Kholiq menambahkan bahwa persiapan menuju Pemilu 2029 telah dimulai sejak jauh hari. Alumni P2P nantinya akan mendapatkan sertifikat resmi serta menjadi bagian dari jejaring keluarga besar pengawas partisipatif Bawaslu Kabupaten Magelang.

Melalui P2P 2026, Bawaslu Kabupaten Magelang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami pemilu secara teori, tetapi juga mampu mengambil peran nyata dalam menjaga kualitas demokrasi di masyarakat.

Penulis: Desiana