Lompat ke isi utama

Berita

Konsoldem di Bumirejo, Bawaslu Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik bagi Masyarakat Desa

Penetapan DCT

Kota Mungkid – Pendidikan politik masyarakat menjadi salah satu fokus Bawaslu Kabupaten Magelang dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan di Desa Bumirejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi antara Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Fauzan Rofiqun, dengan Sekretaris Desa Bumirejo, Muhammad Widal. Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang sehat. Pendidikan politik dinilai sebagai salah satu instrumen utama dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Selain itu, masyarakat yang memahami proses demokrasi akan lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya.

Bawaslu menilai bahwa pendidikan politik tidak hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi harus menjadi proses yang berkelanjutan. Masyarakat perlu memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta pentingnya menjaga integritas demokrasi. Pemahaman tersebut akan membantu masyarakat terhindar dari berbagai praktik yang dapat merusak kualitas pemilu. Salah satunya adalah politik uang yang sering memanfaatkan rendahnya literasi politik masyarakat. Oleh karena itu, edukasi politik harus terus diperkuat hingga tingkat desa.

Dalam diskusi tersebut, pemerintah Desa Bumirejo menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pendidikan politik yang dilakukan Bawaslu. Pemerintah desa siap memfasilitasi kegiatan sosialisasi maupun diskusi yang melibatkan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga proses demokrasi yang bersih. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu menjadi agen pengawasan di lingkungan masing-masing. Peran aktif warga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pemilu.

Fauzan Rofiqun mengatakan bahwa pendidikan politik merupakan investasi jangka panjang bagi demokrasi. Menurutnya, masyarakat yang memahami proses demokrasi akan lebih sulit dipengaruhi oleh praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Karena itu, Bawaslu terus berupaya menjangkau masyarakat hingga tingkat desa melalui berbagai program edukasi. Kegiatan Konsolidasi Demokrasi menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemahaman tersebut. Upaya ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang memiliki pemahaman politik yang baik. Oleh karena itu, pendidikan politik harus terus dilakukan secara berkesinambungan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin masyarakat memahami bahwa suara mereka sangat berharga dan tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan sesaat. Bawaslu bersama pemerintah desa akan terus mendorong peningkatan literasi demokrasi. Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi bagian dari penguatan demokrasi di Indonesia," kata Fauzan.

penulis: desiana