Bawaslu Magelang Siapkan Ruang Belajar Demokrasi bagi Siswa SMK Negeri 1 Salam
|
Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui program Bawaslu Goes to School. Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang melakukan koordinasi dengan SMK Negeri 1 Salam pada Senin (5/10/2026). Koordinasi dilakukan secara langsung dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Salam, Ely Rahayu, S.P.
Dalam koordinasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang diwakili Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang Sumarni Aini Chabibah, S.S., M.Hum. Pertemuan membahas rencana pelaksanaan Bawaslu Goes to School, termasuk konsep kegiatan, sasaran peserta, materi pendidikan demokrasi, serta bentuk keterlibatan siswa dalam pengawasan partisipatif. Koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.
Aini menyampaikan bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Siswa tidak hanya perlu memahami proses pemilu, tetapi juga pentingnya integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta keberanian menyampaikan informasi ketika menemukan persoalan yang berkaitan dengan demokrasi.
“Bawaslu Goes to School bukan sekadar kegiatan sosialisasi mengenai pemilu. Kami ingin membangun kesadaran sejak dini bahwa pelajar juga memiliki peran dalam menjaga demokrasi. Mereka adalah generasi yang nantinya akan menjadi pemilih, sehingga penting bagi mereka memahami bahwa demokrasi harus dijaga bersama,” ujar Aini.
Menurut Aini, generasi muda memiliki posisi penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat anak muda menjadi kelompok yang sangat dekat dengan arus informasi. Karena itu, mereka perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar, serta mampu menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab.
“Anak-anak muda harus kita dorong menjadi generasi yang kritis, tetapi tetap santun dan bertanggung jawab. Mereka bukan hanya calon pemilih, tetapi juga dapat menjadi agen demokrasi yang ikut mengedukasi lingkungan sekitarnya,” tambah Aini.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Salam Ely Rahayu, S.P., menyambut baik rencana pelaksanaan Bawaslu Goes to School di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan demokrasi memiliki relevansi dengan pembentukan karakter siswa, khususnya dalam membangun sikap tanggung jawab, disiplin, dan kesadaran sebagai warga negara.
“Kami menyambut baik kegiatan Bawaslu Goes to School di SMK Negeri 1 Salam. Kegiatan seperti ini penting bagi siswa karena memberikan pemahaman secara langsung mengenai demokrasi dan kepemiluan, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari pembelajaran di kelas,” ujar Ely.
Ely berharap kegiatan tersebut dapat dikemas secara menarik dan interaktif agar siswa dapat terlibat secara aktif. Menurutnya, pendekatan yang dekat dengan dunia generasi muda akan membuat materi mengenai demokrasi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya siswa dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan memahami bahwa mereka juga mempunyai peran dalam menjaga demokrasi. Pendidikan seperti ini tentu sangat baik untuk membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan berbangsa,” tambah Ely.
Bawaslu Kabupaten Magelang menilai koordinasi dengan pihak sekolah menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan Bawaslu Goes to School. Melalui komunikasi tersebut, kegiatan dapat disusun secara lebih tepat dengan mempertimbangkan agenda sekolah dan karakteristik peserta didik. Kolaborasi antara Bawaslu dan satuan pendidikan juga diharapkan dapat menciptakan ruang pendidikan demokrasi yang lebih efektif.
Program Bawaslu Goes to School diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan pengawasan partisipatif kepada generasi muda. Selain memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, siswa juga didorong untuk memiliki sikap kritis terhadap praktik politik uang, penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk perilaku yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Melalui koordinasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang dan SMK Negeri 1 Salam berkomitmen membangun sinergi dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada pelajar. Bawaslu berharap kegiatan Bawaslu Goes to School tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mampu melahirkan kesadaran dan kepedulian siswa untuk menjadi bagian dari generasi yang menjaga demokrasi.
penulis: desiana