Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Magelang Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa dalam Menjaga Demokrasi

Penetapan DCT

Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang terus membangun sinergi dengan pemerintah desa sebagai bagian dari strategi penguatan demokrasi di tingkat lokal. Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi (Konsoldem), Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Fauzan Rofiqun, melakukan koordinasi dengan Sekretaris Desa Bumirejo, Kecamatan Kaliangkrik, Muhammad Widal, Kamis (25/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi sarana bertukar informasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas demokrasi menjelang Pemilu Tahun 2029. Pemerintah desa dipandang memiliki posisi strategis karena menjadi institusi yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran demokrasi yang sehat.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga integritas pemilu. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari pengawas partisipatif. Kesadaran tersebut perlu dibangun sejak jauh hari sebelum tahapan pemilu dimulai. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai dinamika politik yang akan terjadi.

Pemerintah Desa Bumirejo menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Magelang. Menurut Muhammad Widal, sinergi antara pemerintah desa dan Bawaslu menjadi langkah yang positif dalam memperkuat kualitas demokrasi. Pemerintah desa siap membantu menyampaikan berbagai informasi kepemiluan kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah desa juga siap mendukung kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik yang dilaksanakan Bawaslu. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga demokrasi yang sehat.

Fauzan Rofiqun mengatakan bahwa penguatan demokrasi harus dimulai dari tingkat desa karena desa merupakan fondasi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, masyarakat yang memiliki pemahaman demokrasi yang baik akan lebih mampu menjaga hak pilihnya secara bertanggung jawab. Selain itu, masyarakat juga akan lebih peka terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu. Karena itu, Bawaslu terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa di seluruh wilayah Kabupaten Magelang. Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan yang berkelanjutan.

"Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya. Pemerintah desa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran tersebut. Melalui koordinasi ini, kami ingin memperkuat kolaborasi untuk menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Magelang. Bawaslu akan terus hadir bersama masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu. Sinergi yang baik akan menjadi modal penting menuju Pemilu 2029 yang berintegritas," ujar Fauzan.

penulis: desiana