Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Magelang Perkuat Akurasi Data Pemilih Luar Negeri Jelang Pemilu 2029

Penetapan DCT

Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang terus melakukan langkah pencegahan dini dalam menghadapi Pemilu Tahun 2029 melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang berfokus pada pemutakhiran data pemilih. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Mertoyudan pada Senin (8/6/2026) dengan melibatkan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Magelang. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan data pemilih tetap akurat dan sesuai dengan kondisi faktual masyarakat. Pemilih yang menjadi sasaran merupakan warga yang diketahui sedang berada di luar negeri untuk bekerja maupun menempuh pendidikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

Tim yang dipimpin Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Magelang Bambang Agus Setiyawan melakukan verifikasi lapangan terhadap lima orang pemilih. Proses verifikasi dilakukan dengan mendatangi keluarga serta lingkungan tempat tinggal masing-masing pemilih. Dari hasil yang diperoleh, seluruh pemilih diketahui tidak lagi berada di alamat asal karena sedang tinggal di luar negeri. Informasi tersebut diperoleh dari keluarga maupun masyarakat sekitar yang mengetahui kondisi terkini para pemilih. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga kualitas data pemilih sejak jauh hari sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.

Berdasarkan hasil verifikasi, satu orang pemilih dinyatakan memenuhi syarat, sedangkan empat orang lainnya tidak memenuhi syarat sesuai dengan kondisi faktual yang ditemukan di lapangan. Para pemilih tersebut diketahui berada di sejumlah negara seperti Inggris, Jepang, Thailand, dan Swiss. Sebagian besar telah berada di luar negeri dalam waktu yang cukup lama. Bahkan, keluarga belum dapat memastikan kapan mereka akan kembali ke Indonesia. Kondisi tersebut menjadi informasi penting bagi Bawaslu dalam melakukan pemetaan kerawanan daftar pemilih.

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Magelang Bambang Agus Setiyawan mengatakan bahwa kualitas data pemilih merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Menurutnya, pemutakhiran data yang dilakukan sejak dini akan mampu meminimalisasi berbagai potensi persoalan daftar pemilih di masa mendatang. Selain itu, perlindungan terhadap hak konstitusional warga negara juga menjadi perhatian utama Bawaslu. Oleh sebab itu, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi yang benar sangat diperlukan. Sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi.

"Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, kami ingin memastikan bahwa data pemilih benar-benar menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Data yang akurat akan menjadi pondasi penting bagi penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Bawaslu juga berupaya melindungi hak pilih warga negara, termasuk mereka yang sedang berada di luar negeri. Kami berharap masyarakat dapat terus berpartisipasi memberikan informasi terkait perubahan data pemilih. Dengan demikian, potensi permasalahan daftar pemilih dapat dicegah sejak dini," ujar Bambang.

penulis: desiana