Bawaslu Kabupaten Magelang Ikuti Jumpa Berlian Bawaslu RI, Perkuat Budaya Organisasi Menuju Pengawasan Pemilu Berkualitas
|
Kota Mungkid – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang mengikuti kegiatan Jumpa Berlian (Belajar dan Diskusi Pengawasan) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (01/07/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus pembinaan budaya organisasi yang adaptif, profesional, dan berintegritas.
Dalam arahannya, Anggota Bawaslu RI Herwyn J.H. Malonda menegaskan bahwa program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan strategi organisasi dalam membangun sumber daya manusia Bawaslu yang unggul. Melalui Jumat Sehati, insan Bawaslu didorong untuk menjaga kesehatan fisik, memperkuat mental, dan meningkatkan kualitas spiritual. Sementara itu, Jumpa Berlian menjadi ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, berbagi pengalaman, melakukan evaluasi, melahirkan inovasi, serta memperkokoh integritas dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan.
Pada kesempatan tersebut, Bawaslu RI juga mengangkat tema Green Office dan Hidup Sehat Berwawasan Lingkungan sebagai bagian dari transformasi budaya kerja. Beberapa langkah yang didorong antara lain efisiensi penggunaan listrik dan air, pengurangan penggunaan kertas serta plastik sekali pakai, pemilahan sampah organik dan anorganik, penghijauan lingkungan kantor, hingga menjaga kebersihan ruang kerja. Bawaslu RI bahkan tengah menyiapkan konsep Grand Design kantor yang ramah lingkungan sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola organisasi yang berkelanjutan.
Selain itu, Tenaga Ahli Bawaslu RI Hanif mengingatkan kembali pentingnya pelaksanaan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2026 mengenai penyesuaian kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian. Ia menjelaskan bahwa Jumat Sehati dapat dilaksanakan secara luring maupun daring dengan berbagai bentuk kegiatan, baik olahraga maupun pembinaan mental dan spiritual. Sementara Jumpa Berlian dilaksanakan setiap hari Rabu dengan pola pelaksanaan yang melibatkan Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, hingga Bawaslu Kabupaten/Kota secara bergiliran. Ke depan, pelaksanaan kedua program tersebut juga akan dipantau melalui sistem pelaporan nasional sebagai bentuk evaluasi dan penguatan implementasi di seluruh daerah.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Hafidh, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu Kabupaten Magelang. Menurutnya, pengawasan pemilu yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh budaya kerja yang sehat, kolaboratif, dan berintegritas.
"Arahan yang disampaikan Bawaslu RI memberikan perspektif bahwa penguatan kelembagaan harus dimulai dari kualitas sumber daya manusianya. Melalui program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian, kami didorong untuk membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan kerja. Hal tersebut menjadi modal penting dalam menyongsong tahapan Pemilu 2029 agar pengawasan semakin profesional dan dipercaya masyarakat," ujar Muhammad Hafidh.
Lebih lanjut, Hafidh menambahkan bahwa Bawaslu Kabupaten Magelang siap menindaklanjuti arahan Bawaslu RI dengan mengoptimalkan pelaksanaan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian secara berkelanjutan. Menurutnya, evaluasi rutin terhadap implementasi program akan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas organisasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap Bawaslu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Bawaslu RI dalam membangun organisasi yang sehat, ramah lingkungan, inovatif, dan berintegritas. Dengan budaya kerja yang semakin kuat, diharapkan kualitas pengawasan pemilu dan pemilihan di masa mendatang dapat terlaksana secara optimal, sehingga mampu mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berkeadilan.
penulis: desiana