Bawaslu Kabupaten Magelang Dorong Pemuda Aktif Mengawal Demokrasi
|
Kota Mungkid – Upaya memperkuat demokrasi terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Magelang melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Saka Adhyasta Pemilu yang dilaksanakan bersama pemuda Pramuka Tunas Bangsa, Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi demokrasi sekaligus penguatan peran generasi muda dalam pengawasan pemilu. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Tidak hanya itu, peserta juga diajak membangun semangat kepedulian terhadap proses demokrasi di lingkungan masing-masing.
Materi dalam kegiatan disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang yakni Sumarni Aini Chabibah, Chandara Yoga Kusuma, dan Fauzan Rofiqun. Ketiga narasumber menyampaikan berbagai materi mengenai pengawasan partisipatif, penguatan integritas pemilu, dan pentingnya peran pemuda dalam mencegah praktik pelanggaran pemilu. Suasana diskusi berlangsung dinamis karena peserta aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait demokrasi. Hal tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan generasi muda terhadap isu kepemiluan.
Menurut Sumarni Aini Chabibah, pendidikan pengawasan partisipatif sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini. Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus memiliki keberanian dan kepedulian dalam menjaga kualitas pemilu. Aini menegaskan bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan. Oleh sebab itu, Bawaslu terus membuka ruang kolaborasi bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.
Sementara itu, Fauzan Rofiqun menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif memiliki peran besar dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Ia menyebut generasi muda memiliki energi dan semangat yang dapat menjadi kekuatan dalam menjaga demokrasi tetap berjalan sesuai aturan. Menurut Fauzan, keterlibatan pemuda akan memperluas jangkauan pengawasan hingga ke lingkungan masyarakat paling bawah. Dengan demikian, budaya demokrasi yang sehat dapat tumbuh secara bersama-sama.
Di akhir kegiatan, Chandara Yoga Kusuma mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat pengawasan partisipatif. Ia berharap para pemuda Pramuka dapat menjadi pelopor pendidikan demokrasi di lingkungan masing-masing. Chandra menilai generasi muda memiliki potensi besar menjadi agen perubahan dalam menjaga integritas pemilu. Melalui kegiatan P2P tersebut, Bawaslu Kabupaten Magelang berkomitmen terus memperluas pendidikan demokrasi bagi masyarakat.
penulis: desiana