Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Semangat Pengawasan Dari Lereng Sumbing, Bawaslu Serukan Tolak Golput!

Lereng Sumbing

MAGLI – Bertempat di tengah hamparan ladang sayur dan panorama pegunungan Bawaslu Kabupaten Magelang menggelar sosialisasi masyarakat marginal dengan tema “Peran Aktif Masyarakat Lereng Sumbing Sukseskan Pemilu 2024”, Kamis (25/1/2024).

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, M.Hum., menegaskan komitmen Bawaslu untuk hadir dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi pengawasan Pemilu. Dalam arahan dan sambutannya, Aini menyampaikan, “Kegiatan ini ingin menggandeng seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, kami pastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, baik di lokasi terluar, terjauh, terpinggir di Magelang semua dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu, semua harus mendapat informasi pelaksanaan Pemilu,” Papar Aini.

Kegiatan sosialisasi ini adalah rangkaian ikhtiar demokrasi dan keberlanjutan acara serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya bersama masyarakat buruh senggrong di KRB 3 Lereng Merapi. Masih dengan pola kegiatan yang sama, Bawaslu kini menggandeng masyarakat petani sayur dari Lereng Sumbing.

“Nanti akan dibentuk 5 kelompok diskusi dengan 1 pendamping dari jajaran Bawaslu. Selanjutnya Bapak dan Ibu dapat menuliskan dan memaparkan hasil diskusi terkait bagaimana cara menggunakan hak pilih di TPS, hak dan kewajiban pemilih, larangan di TPS serta potensi masalah pelaksanaan pemilu dari pengalaman dan fenomena fakta yang terjadi”, Ungkap Aini.

Menariknya ketika diskusi berlangsung hujan mulai turun danlokasi kegiatan diselimuti kabut, namun peserta yang mayoritas petani sayur dari Desa Mangli, Desa Kebonlegi, Desa Pengarengan dan Desa Ngargosoko tetap antusias mengemukakan gagasan dalam ruang diskusi.

Selanjutnya disampaikan pemaparan hasil diskusi dari setiap kelompok. Sabar salah satu peserta dari Dusun Mangli menyampaikan potensi masalah di TPS. “Kami biasanya ke ladang dan mencari rumput dari pagi sampai sebelum duhur jadi waktu ke TPS warga sini suka bareng pagi semua jadi membeludak di TPS antrinya terlalu lama padahal kami harus ke ladang, money politic kemungkinan ada yang menawarkan tapi kami akan tolak dan laporkan karena kami paham janji politik itu rayuan janji buta,” Tegas Sabar.

Gunari, perwakilan kelompok lainnya menyampaikan antisipasi yang harus dipersiapkan untuk menghadapi cuaca yang tidak dapat diprediksi. “Sekarang musim hujan, kemarin sempat mati listrik dua hari berturut-turut. Nantinya akan jadi masalah kalau hujan dan listrik mati tapi tidak ada genset,”. Ungkap Gunari.

Kegiatan dilanjutkan kesimpulan dan tanggapan dari Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang atas pertanyaan dan potensi masalah yang disampaikan peserta diskusi. Para peserta juga didorong untuk menjadi mata dan telinga Bawaslu dengan memberikan informasi atau melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar mereka.

“Sudah mantap sekali pemahaman Bapak dan Ibu, sebagai masyarakat mari kita bersama turut berperan aktif dalam menjaga integritas dan keadilan Pemilu. Kita jaga harga diri kita jangan mau dibeli dengan uang lima puluh ribu ngeh,” tegas Aini.

 

Penulis : Shanita

Editor : Desiana