Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Demokrasi dari Sekolah, Bawaslu Magelang Gelar P2P untuk Pelajar

Penetapan DCT

Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang terus mendorong penguatan demokrasi melalui pendekatan edukatif di kalangan pelajar. Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) menjadi sarana strategis dalam mengenalkan nilai demokrasi sejak dini. Kegiatan ini melibatkan siswa sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Program ini menjadi investasi penting bagi masa depan demokrasi.

Ketua Bawaslu, Habib, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam pengawasan pemilu. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan. Materi yang diberikan mencakup aspek teknis dan nilai karakter. Habib menekankan pentingnya integritas dalam setiap proses demokrasi. Hal ini menjadi fondasi utama dalam pengawasan.

Aini menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang interaktif dan aplikatif. Peserta mengikuti pre-test sebagai langkah awal. Materi yang diberikan meliputi berbagai aspek pengawasan pemilu. Peserta juga dilibatkan dalam diskusi dan simulasi. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih efektif.

Muhammad Hafidh menjelaskan pentingnya pengawasan dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menyoroti berbagai potensi pelanggaran yang dapat terjadi. Pengawasan menjadi kunci dalam mencegah kecurangan. Selain itu, ia juga menjelaskan struktur pengawasan pemilu. Peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif.

Kegiatan ditutup dengan harapan besar dari Bawaslu. Yuni Karina menyampaikan bahwa peserta diharapkan menjadi agen perubahan. Ilmu yang diperoleh harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bawaslu optimis kegiatan ini memberikan dampak positif. Demokrasi yang sehat dapat terwujud melalui partisipasi aktif.

penulis: desiana