Lompat ke isi utama

Berita

Quo Vadis PDBP 2026? Bawaslu Magelang Perkuat Strategi Pengawasan

Penetapan DCT

Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang mengikuti Literasi Pojok Pengawasan Volume 10 yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring. Kegiatan ini membahas arah pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026. Seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah turut berpartisipasi aktif. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif strategis.

Tema “Quo Vadis Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan 2026?” menjadi fokus utama pembahasan. Forum ini menekankan pentingnya konsistensi pengawasan meskipun berada pada masa non-tahapan. Data pemilih yang akurat menjadi penopang utama legitimasi demokrasi. Oleh karena itu, pengawasan harus dilakukan secara sistematis dan terencana.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas daftar pemilih. Ia menyebut bahwa fase non-tahapan justru menjadi momentum krusial dalam menjaga akurasi data. Potensi permasalahan harus diidentifikasi sejak dini melalui pengawasan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran pengawas.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat menambahkan bahwa strategi pengawasan PDBP 2026 mencakup berbagai pendekatan. Koordinasi lintas lembaga menjadi prioritas utama. Selain itu, uji petik dan pengawasan langsung tetap dilakukan secara berkala. Pengawasan partisipatif juga terus didorong untuk melibatkan masyarakat secara aktif.

Narasumber dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur memaparkan tantangan integrasi sistem dan dinamika administrasi kependudukan. Sementara itu, Bawaslu Kabupaten Demak membagikan praktik penyandingan data dan kolaborasi dengan instansi terkait. Paparan tersebut memperkaya perspektif peserta. Pengalaman lintas daerah menjadi bahan evaluasi bersama.

Bawaslu Kabupaten Magelang menilai forum ini sebagai ruang peningkatan kapasitas dan konsolidasi strategi. Sinkronisasi data lintas lembaga menjadi perhatian utama dalam pengawasan PDBP. Penguatan literasi publik juga dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Komitmen pengawasan berkelanjutan terus ditegaskan demi menjaga integritas demokrasi.

penulis: desiana