Pendekatan Humanis Warnai Konsolidasi Demokrasi di Sambak
|
Kota Mungkid — Bawaslu Kabupaten Magelang mengedepankan pendekatan dialogis dalam kegiatan konsolidasi demokrasi di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (16/04/2026) ini berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Pendekatan humanis dinilai efektif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Melalui dialog, berbagai persoalan dapat dibahas secara bersama. Hal ini menjadi strategi penting dalam penguatan demokrasi.
Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa komunikasi dua arah sangat penting dalam pengawasan. Dengan dialog, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi. Bawaslu juga dapat memahami kondisi riil di lapangan. Hal ini akan mempermudah dalam menentukan langkah strategis.
Pertemuan berlangsung dengan melibatkan pemerintah desa dan perangkatnya. Diskusi dilakukan secara terbuka dengan suasana yang kondusif. Berbagai isu strategis dibahas, termasuk politik uang dan data pemilih. Semua pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Hal ini mencerminkan pendekatan inklusif dalam pengawasan.
Selain itu, pendekatan dialogis juga digunakan untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Informasi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami. Bawaslu berharap masyarakat dapat menerima pesan dengan baik. Komunikasi yang efektif akan meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan demikian, pengawasan dapat berjalan lebih optimal.
Kepala Desa Sambak, Dahlan, mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Bawaslu. Ia menilai metode ini lebih mudah diterima masyarakat. Komunikasi yang terbuka akan memperkuat kerja sama antara desa dan Bawaslu. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Dengan pendekatan humanis, demokrasi dapat semakin kuat.
penulis: desiana