Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Demokrasi: Bawaslu Magelang Ingatkan Bahaya Politik Uang

Penetapan DCT

Kota Mungkid – Bawaslu Kabupaten Magelang kembali menggelar program Ngabuburit Pengawasan sebagai sarana edukasi demokrasi kepada masyarakat. Kegiatan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Kabupaten Magelang ini menghadirkan diskusi ringan menjelang waktu berbuka puasa. Pada episode ketiga, diskusi mengangkat tema “Money Politic dalam Perspektif Islam”. Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Fauzan Rofiqun, menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.

Program ini menjadi salah satu inovasi Bawaslu dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan kepada masyarakat secara lebih dekat. Melalui suasana santai saat ngabuburit, isu pengawasan pemilu dapat dibahas dengan lebih mudah dipahami. Bawaslu berharap pendekatan ini dapat meningkatkan literasi demokrasi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terkait pentingnya menjaga integritas pemilu.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan menegaskan bahwa politik uang merupakan ancaman serius bagi demokrasi. Praktik ini dapat merusak prinsip keadilan dalam pemilu. Ketika pilihan masyarakat dipengaruhi oleh imbalan materi, maka nilai kedaulatan rakyat menjadi terdistorsi. Hal ini tentu merugikan proses demokrasi.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam praktik politik uang dikenal sebagai risywah. Risywah merupakan perbuatan yang dilarang karena dapat menciptakan ketidakadilan. Islam menekankan pentingnya kejujuran dan amanah dalam setiap proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, politik uang tidak hanya melanggar aturan pemilu tetapi juga bertentangan dengan nilai keagamaan.

“Jika kepemimpinan lahir dari praktik politik uang, maka besar kemungkinan amanah yang diemban tidak dijalankan dengan baik. Hal ini tentu berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Fauzan.

Bawaslu Kabupaten Magelang berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menolak praktik politik uang. Peran aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan komitmen bersama, pemilu yang bersih dan berintegritas dapat terus terjaga.

penulis: desiana